Rabu, 13 Mei 2026

Ahok Pilih Dipenjara Ketimbang Mundur dari Pilkada

Ahok menyatakan tidak akan mundur dari pencalonan dan kontestansi Pilkada DKI Jakarta.

Tayang:
Editor: fitriadi
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Kemunculan pertama Ahok usai demo 4 November saat ia mengunjungi deklarasi dukungan Jasmev di Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Sehari setelah terjadi demo besar yang mempersoalkan dirinya, Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap melakukan aktivitas di luar rumah.

Ahok yang juga calon Gubernur DKI Jakarta tersebut hadir dalam acara yang digelar Ahok Social Media Volunteers (Jasmev) di Jl Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Tidak ada penambahan pengamanan terhadap Ahok yang datang ke lokasi menumpang Toyota Innova warna silver.

Baca: Ahok Bersedia Dipenjara tapi Dia Bilang Begini

Baca: Ini Kata Ustaz Arifin Ilham soal Awan Berlafaz Allah Muncul Saat Demo 4 November

Baca: Panglima TNI Sudah Tahu Kelompok yang Direncanakan Buat Rusuh

Baca: GNPF-MUI Beberkan Kronologi Kericuhan Demo 4 November

bachtiar nasir
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir usai konferensi pers di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Menanggapi aksi demo 4 November, Ahok menegaskan dirinya adalah warga negara yang taat hukum.

Selain itu Ahok menyatakan tidak akan mundur dari pencalonan dan kontestansi Pilkada DKI Jakarta.

"Saya jelas tidak bisa mundur dari pemilihan gubernur (pilgub). Saya lebih ikhlas ditangkap dan dipenjara kalau terbukti bersalah secara hukum," ungkap Ahok.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk menghadapi pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Senin (7/11/2016).

"Kan memang Kapolri minta waktu dua minggu. Tentu sudah siap, kemarin kan saya sudah datang duluan," ungkap Ahok.

Dalam kesempatan itu ia sempat menyinggung kerusuhan yang muncul di akhir aksi unjuk rasa 4 Oktober.

"Saya ucapkan rasa empati pada pemilik toko yang dijarah, para demonstran serta polisi yang terluka dan terkena gas air mata. Peristiwa semalam harusnya tidak perlu terjadi," ucap Ahok.

Baca: Kapolri Janji Gelar Perkara Kasus Ahok Terbuka untuk Umum

Baca: Mobil Rombongan Mahasiswa UGM Terjungkal ke Jurang Sedalam 200 Meter

Baca: Begini Kabar Putra Ustaz Arifin Ilham dan Larissa Chou Setelah 3 Bulan Menikah

Baca: Gadis Cantik Ini Ternyata Tukang Sunat, Fotonya Bikin Netizen Gagal Fokus

gadis tukang sunat
Krestle Lailene Deomampoo

Ia menyatakan tidak khawatir dan tidak perlu menambah pengamanan terhadap diri usai peristiwa semalam.

"Tidak perlu karena saya yakin masyarakat paham proses hukum sudah berjalan. Keluarga juga sudah paham dan mendukung saya sepenuhnya," ungkap Ahok.

Ahok berbicara cukup lama di depan anggota Jasmev dengan memaparkan visi dan misi sampai program.

"Jasmev ini sudah lama mendukung gerakan saya dan Pak Joko Widodo lewat media sosial. Jadi sekalian saya paparkan visi dan misi serta program agar mereka bisa memperkenalkan saya," jelas Ahok.

Kemudian Ahok membicarakan tentang visi misinya.

"Saya sampaikan, tujuan saya jadi pejabat, saya konsisten, visi saya adalah membangun manusia unggul. Unggul bagaimana? Visi saya bisa diukur," ujar Ahok.

Indeks pembangunan

Ia menambahkan, dalam mengukur kerja seorang pejabat, dapat dilakukan dengan indeks kehidupan masyarakatnya.

Ahok menyebut, berdasarkan survei tahun 2015, DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi indeks pembangunannya di Indonesia.

"Survei indeks pembangunan DKI Jakarta tahun 2015, telah mencapai tertinggi di Indonesia. Tingginya mencapai 78,99. Kalau di dunia, mencapai 80 sudah dianggap tinggi. Kita cuma kurang 0,01," ujarnya.

Baca: 4 Keluarga Paling Aneh di Dunia, Berjalan Merangkak Hingga Mirip Boneka Barbie

Baca: 7 Pilot Wanita Indonesia Cantik-cantik dan Masih Muda Lo

Baca: Deretan Artis Indonesia Ini Punya Mobil Mewah Harganya Wah

artis11

Beberapa poin yang diukur dalam indeks kehidupan masyarakat beberapa di antaranya ialah pendidikan dan kesehatan. Ahok mengatakan, Jakarta sudah melampaui kota pendidikan, Yogyakarta.

Menurutnya, lama sekolah anak di Jakarta sudah mencapai 10 tahun.

Sedang Yogyakarta yang sempat menjadi kota dengan lama sekolah paling tinggi, terhitung selama 9 tahun.

Ahok juga ingin pemerintah dapat membantu agar anak dapat sekolah lebih tinggi.

"Anak yang bisa sekolah tinggi, kami biayai Rp 18 juta per anak per tahun. Tapi ternyata jika masuk di UI (Universitas Indonesia), tidak cukup. Karena di sana biaya hidupnya bisa mencapai Rp 25 juta. Ini yang ingin kita perhatikan," ucapnya.

Baca: 9 Biang Manchester United Terus Terpuruk

Ditambahkan, anak yang mau jadi santri atau ustaz juga dibiayai.

"Menurut saya, pendidikan sangat penting. Bapak saya bilang, kalau tidak sekolah tidak bisa ubah nasib," tambahnya.

Peningkatan indeks kehidupan masyarakat lain yang perlu diperhatikan ialah kesehatan.

Ahok menargetkan, harapan usia hidup masyarakat Jakarta dapat mencapai 78 tahun.

Menurutnya, hal itu tidak mustahil dilakukan apabila pola hidup sehat diterapkan dalam keseharian.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved