Dua Bocah Bersaudara Banting Tulang Jadi Pemulung Bantu Lunasi Utang Orangtua
Setiap hari, Supri mendapatkan uang Rp 10.000 dan ia berikan kepada Daryo untuk meringankan kebutuhan keluarga.
BANGKAPOS.COM, TANGERANG - Supri (11) tampak bersemangat mengayuh sepeda gerobaknya.
Di dalam gerobak ada adiknya yang berkerudung, Putri (4), setia menemani.
Wajah dan perawakan supri masih sangat anak-anak meski dia tengah mengenakan batik lengan panjang yang biasa dikenakan orang dewasa.
Pada Kamis (10/11/2016), Kompas.com berbincang dengan Supri, di Poris, Kota Tangerang.
Baca: Tiga Nelayan Belinyu Jadi Korban Perompakan di Sekitar Pulau Tujuh
Baca: Edy Rahmayadi Ketum PSSI Periode 2016-2020 Menang Mutlak dari Moeldoko
Baca: 70 Tahun Peluru Tentara Belanda Bersarang di Dada Ardan
Anak dari pasangan Daryo (40) dan Rukiyah (37) itu memarkirkan gerobaknya di dekat trotoar.
Supri mengaku masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar Al Barkah, Buaran Indah, Kota Tangerang.
Meskipun sekolah, anak keempat dari lima bersaudara itu juga turut membantu orangtuanya dengan mengumpulkan barang bekas.
Ia membagi waktu antara sekolah pada pagi hari dan mengumpulkan barang bekas pada sore hari.
"Buat bantu orangtua bayar utang," seloroh Supri lugu.
Baca: Predikat Presiden Amerika Terkaya Kini Disandang Trump Gusur Bill Clinton dari 10 Besar
Baca: Syahrini Ditawari Undangan Nikah Murah Harga Dua Ribuan
Setiap hari, Supri mendapatkan uang Rp 10.000 dari hasil jerih payahnya mengumpulkan barang bekas.
Uang itu kemudian dia berikan kepada Daryo untuk meringankan kebutuhan keluarga.
Selama berbincang, keringat terus menetes di wajah Supri.
Dia juga lebih banyak menunduk dan wajahnya tertutup dengan topi cokelat.
"Sudah dulu ya mas. Saya mau jalan lagi," kata Supri sembari mengayuh sepeda gerobaknya.
Kompas.com kemudian menemui ayah Supri, Daryo, di rumahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pemulung_20161110_151724.jpg)