Jumat, 24 April 2026

6 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Tidak Diberikan pada Bayi

Tentu saja tak semua makanan atau minuman boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 1 tahun.

Editor: fitriadi
BABYMOOV
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Setelah ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi sudah boleh diberikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Tapi tentu saja tak semua makanan atau minuman boleh diberikan kepada bayi.

Baca: Pelaku Bom Gereja Samarinda Dihajar Warga

Baca: Febri Tewas Bakar Diri di Kamar saat Keluarga Sibuk Persiapkan Pernikahan Saudara Kembarnya

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengungkapkan beberapa makanan sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.

"Memang ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan kepada bayi, bayi itu maksudnya di bawah usia 1 tahun," kata Damayanti dalam acara Promina Meet The Expert di Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Berikut adalah beberapa bahan pangan yang tidak direkomendasikan untuk bayi berusia kurang dari satu tahun.

1. Madu

Madu memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, bayi atau anak berusia di bawah 1 tahun sebaiknya tidak diberikan madu.

Damayanti menjelaskan, madu mengandung spora clostridium.

Baca: Artis yang Video Mesumnya Bikin Heboh Ini Makin Cantik dan Awet Muda

"Bayi belum bisa mengeluarkan spora itu sehingga bisa berkembang. Nanti gejalanya bisa kesadaran menurun, kejang-kejang, orang enggak pernah mikir itu karena makanan," ungkap Damayanti.

2. Gula padat

Gula padat seperti permen tentu saja sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena mereka belum bisa mengunyah dengan sempurna.

Pemberian gula padat dapat membuat bayi tersedak atau menyumbat saluran napasnya.

3. Makanan tidak matang

Makanan tidak matang sempurnya juga seharusnya tidak diberikan kepada bayi. Misalnya, telur setengah matang.

Damayanti menjelaskan, telur setengah matang masih mengandung bakteri salmonela.

"Jadi kasih telur yang matang.

Kalau mau berikan daging ayam juga harus matang untuk diberikan kepada bayi," kata Damayanti.

4. Sayuran tinggi nitrat

Sayuran sangat penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Tapi, tak semua jenis sayuran bisa diberikan.

Baca: Kisah Pasukan Elite Indonesia Rebus Sepatu karena Lapar saat Berjuang Merebut Irian Barat

Contohnya adalah sayur-sayuran tinggi nitrat, seperti lobak.

"Nitrat tinggi bisa mengubah sel darah," kata Damayanti.

5. Susu UHT

Damayanti mengatakan, susu UHT juga tidak disarankan diberikan kepada bayi.

Dia menjelaskan, usus bayi belum kuat untuk mencerna susu yang terlalu tinggi kalsium dan protein.

Bayi bisa mengalami diare dan juga dehidrasi karena ginjalnya juga belum kuat.

6. Makanan kaleng

Makanan kalengan seperti kornet sebaiknya juga dihindari karena dikhawatirkan memiliki kadar garam yamg terlalu tinggi.

Damayanti menegaskan, garam tidak dilarang pada makanan bayi.

Hanya saja, pemberiannya harus dibatasi, jangan berlebihan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved