Selasa, 2 Juni 2026

Yuk Kenali Ciri-ciri Dukun yang Berkedok Ustadz, Jangan Sampai Terkecoh

Saat ini banyak sekali dukun yang menggunakan atribut keislaman selayaknya ustadz atau kyai, sehingga mengecoh masyarakat awam

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
ILUSTRASI 

BANGKAPOS.COM--Saat ini banyak sekali dukun yang menggunakan atribut keislaman selayaknya ustadz atau kyai, sehingga mengecoh masyarakat awam dan mengira mereka adalah seorang ustadz yang bisa mengobati penyakit.

Lalu bagaimana cara membedakan seorang dukun dengan da'i/ustadz? dikutip dari ummi-online.com, beberapa hal berikut ini bisa kita jadikan patokan, ciri-ciri seorang dukun:

1. Biasanya tidak menggunakan nama asli

Biasanya nama yang digunakan adalah nama populer atau gelarnya yang menyiratkan kesaktian

 Memakai embel-embel Ki, Kanjeng, dan sebagainya. Ustadz pada umumnya tidak akan melakukan hal yang seperti ini.

2. Senang memamerkan kesaktian

Kebal senjata tajam, kebal senjata api, bisa menggandakan uang, dan segala bentuk kesaktian lainnya yang sengaja dipamerkan untuk menarik 'pelanggan'.

3. Praktik ikhtilat atau berkhalwat dengan non mahram ketika pengobatan

Ikhtilat adalah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, sedangkan berkhalwat maksudnya adalah menyendiri dalam hal ini menyendiri dengan non mahram ketika praktik pengobatan misalnya.

Jika Ustadz pada umumnya pastilah akan menjaga diri dari bersentuhan kulit dengan non mahram, minimal menggunakan sarung tangan dan takkan mau berkhalwat alias berduaan saja.

"Diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahwa Rasulullah shalallaahu 'alaihi wassalaam pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda: pakailah tabir . Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata, Dia itu buta! Maka jawab Nabi, Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?"

 4. Tidak memiliki ilmu keagamaan dan tidak paham dalil quran maupun hadits

Seorang Ustadz tentu saja harus memahami dalil ayat quran maupun hadits Rasulullah beserta sanadnya, akan tetapi jika ia hanyalah seorang dukun yang berkedok ustadz maka takkan paham mengenai dalil dan ilmu keagamaan.

5. Bertarif mahal dan ada embel-embel ancaman yang menakutkan

Dengan nama 'mahar', infak atau apapun, yang jelas tarif para dukun biasanya cukup mahal, disertai embel-embel yang menakutkan seperti "Penyakitnya sulit disembuhkan, harus datang beberapa kali, bisa mati jika tidak segera ditangani, dll"

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved