Kamis, 11 Juni 2026

Patung Bunda Maria Ini Satu-satunya di Indonesia dari Vatikan

Selain alam, turis juga bisa berwisata religi. Salah satu wisata religi pentolan Kabupaten Soppeng adalah Patung Bunda ....

Tayang:
OMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia
KPatung Bunda Maria Pieta, yang konon langsung dari Vatikan. Patung ini sempat disembunyikan oleh kolonial di perbukitan Soppeng. 

BANGKAPOS.COM, SOPPENG -- Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, memang memiliki banyak keunikan. Selain alam, turis juga bisa berwisata religi. Salah satu wisata religi pentolan Kabupaten Soppeng adalah Patung Bunda Maria Pieta.

Baca: Mengejutkan, Ini Daftar Terbaru Kekayaan Dimas Kanjeng yang Dirilis Polda Jatim, Bikin Melongo

Pastor setempat yaitu Pastor Imanuel Asi' menyebutkan, patung tersebut didatangkan langsung dari Vatikan pada masa kolonial Belanda. Keberadaan patung tersebut di Soppeng adalah hal yang tidak disengaja.

Baca: Boni Hargens Akhirnya Dilaporkan ke Polisi, Inilah Alasannya

“Sebenarnya bangsa kolonial itu ingin menyebarkan agama Katolik di Bandung, tapi karena waktu itu Soppeng menjadi salah satu yang teraman dan damai, disembunyikanlah di sini. Sampai akhirnya Indonesia merdeka, patung itu tetap di sini,” ujar Pastor Asi’ kepada KompasTravel, Kamis (24/11/2016).

Baca: Ketika Mahfud MD Menjawab Pertanyaan Mengarah Kenapa Ahok Tak Ditahan

Berada di Jalan Samudera No 48, Watansoppeng, patung ini terletak di kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng. Jarak tempuhnya sekitar 20 menit dari pusat kota.

GEREJA KATOLIKKOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia
Gereja Katolik, tempat patung Bunda Maria Pieta di Soppeng.

Adalah Pastor Leo Blot, CICM yang membawa patung tersebut dan menyembunyikannya di Soppeng. Ia merupakan anggota militer Belanda, sekaligus orang pertama yang diangkat jadi pastor di gereja tersebut.

Menurutnya, patung ini berbeda. Patung pieta sendiri mengisahkan sosok Bunda Maria yang memangku jenazah anaknya, yaitu Yesus Kristus yang telah mati disalib. Hal tersebut merupakan pengorbanan yang sangat besar.

Keunikan tersebut membuat ribuan umat Katolik berbondong-bondong datang sepanjang bulan Mei yang diperingati sebagai bulan Mariam, dan Oktober sebagai bulan Rosario. Warga sekitar yang berasal dari berbagai agama pun membantu menyediakan makanan hingga homestay bagi wisatawan.

Penulis : Muhammad Irzal Adikurnia

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved