Senin, 13 April 2026

Aksi 2 Desember

Nenek Ini Tetap Semangat Teriakkan Takbir di Tengah Lautan Massa

Seorang nenek tetap gigih melewati para peserta Aksi Bela Islam III meski kondisi jalanan sudah sesak.

Editor: fitriadi
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Seorang wanita yang usianya sudah renta ikut Aksi Bela Islam Jilid III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Aksi Bela Islam Jilid III yang berlangsung pada Jumat (2/12/2016) hari ini, membuat kawasan Monumen Nasional (Monas) penuh sesak dipadati peserta aksi.

Ribuan, mungkin juga jutaan peserta aksi dari berbagai wilayah di Indonesia, berkumpul di Monas hari ini.

Aksi zikir bersama dan membaca salawat menyertai aksi ini.

Dalam aksi yang diikuti oleh berbagai kalangan usia ini, tampak seorang wanita yang usianya sudah renta.

Namun, ia tetap gigih melewati para peserta, padahal kondisi jalanan sudah sesak. Beberapa orang yang melihatnya pun tampak tersentuh.

"Ya Allah, Allahu Akbar," cetus salah seorang yang melihat nenek tersebut.

"Ini gara-gara Ahok, penjarakan Ahok!" teriak massa.

Meski sudah renta, ketika peserta aksi berteriak takbir, ia pun tetap semangat menyuarakan takbir.

Salat Jumat saat hujan lebat

Massa aksi 212 melakukan Salat Jumat di kawasan silang Monas, tepatnya di jalan MH Thamrin, Jumat (2/12/2016). Salat dipimpin oleh salah satu ustaz dari daerah Jati Baru.

Meski hujan turun cukup deras, massa tidak beranjak dari saf yang sudah mulai dibuat sejak pukul 09.00 pagi tadi.

http://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/salat-jumat-212-diguyur-hujan_20161202_121917.jpg

Massa aksi 212 melakukan Salat Jumat dibawah guyuran hujan deras di kawasan silang Monas, tepatnya di jalan MH Thamrin, Jumat (2/12/2016). (Wartakotalive.com/Nurfitri Aprilia)

Alih-alih menghindari hujan, sebagian peserta aksi menggunakan ponco sebagai pelindung diri dari hujan, serta plastik hitam besar sebagai penutup tas dan perlengkapan mereka.

Tubuh mereka dibiarkan basah terguyur hujan demi satu tujuan, yakni Salat Jumat berjamaah sebagai bukti kesatuan Umat Islam atas penolakan tindakan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Setelah menyelesaikan Salat Jumat, massa yang berasal dari luar daerah atau musafir, diperkenankan melakukan Salat Ashar di awal waktu, mengingat perjalanan yang akan ditempuh terbilang jauh.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved