Breaking News:

Liputan Khusus

Revisi UU ITE Bikin Netizen Hati-hati, Baca Ini

Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang berlaku sejak 28 November lalu

Tech in Asia Indonesia
Undang-undang ITE 

Pemerintah akan langsung memblokir situs tersebut jika tidak berbadan hukum dan tak terdaftar sebagai perusahaan media.

Namun jika yang melanggarnya adalah situs berita resmi, maka akan diselesaikan mengikuti mekanisme di Dewan Pers.

Ketiga, UU ini mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi kalau dokumen elektronik yang diperoleh melalui penyadapan tanpa seizin pengadilan dianggap tidak sah sebagai bukti.

Terakhir, pemotongan masa hukuman dan denda. Berdasarkan pasal 21 KUHAP, hukuman maksimum penjara dikurangi dari enam tahun menjadi empat tahun. Begitu juga dengan denda uang.

Jika awalnya maksimal Rp1 miliar, diubah menjadi Rp 750 juta. Ancaman pidana kekerasan di Pasal 29 yang sebelumnya maksimal 12 tahun diubah menjadi empat tahun, sedangkan dendanya dikurangi dari Rp 2 miliar menjadi Rp 750 juta.

Berharap tak dikebiri
Sunandi, Admin Forum Jual Beli Bangka Belitung (FJBB) menyambut positif revisi UU ITE. Menurutnya revisi itu tidak membuat UU ITE berubah banyak dari sebelumnya.

"Media sosial kini lah payah kek ngatur e (sudah sudah mengaturnya), orang ngomong seenak jidat. Men dak de (kalau tidak ada) undang-undang, dua tahun agik (lagi) entah nek (mau) jadi ape (apa). Kadang dak etis agik lihat tokoh-tokoh negara dikate (dikomentari negatif). Semoga UU ini bisa meminimalisir tapi bukan untuk mengkebiri kebebasan berpendapat," kata Sunandi saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Muntok, Pangkalpinang.

Sebagai admin forum yang terbilang banyak diikuti masyarakat Bangka Belitung, pria yang akrab disapa Sunan ini juga melarang member untuk membuat posting status yang berunsur SARA serta tak menjelekkan satu pihak secara berlebihan

"Kalau komen yang sedeng-sedeng bai (sedang-sedang saja) kalau gak setuju sama orang cukup didiemin, biasanya kalau di FJBB cari orang yang bisa PHP (pemberi harapan palsu) semisal barang sudah dipesan dan dibayar tapi sebulan barang belum diterima. Kalau sudah info ke kita dan kronologisnya jelas kita biarin tapi tapi kalau tiba-tiba post foto buat cari orang dan gak ada konfirmasi kita hapus karena image orang yang difoto bisa jelek juga," ujarnya.

Tak hanya itu, Sunandi juga pernah berpengalaman mendapat komentar negatif di media sosial tentang dirinya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved