Guru yang Bikin Soal Ujian Tentang Ahok dan Partai Kafir Akhirnya Minta Maaf
"Dia sudah membuat surat pernyataan bermaterai, berisi permohonan maaf dan janji tidak akan mengulang lagi. Surat itu sudah ditembuskan ke..."
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
BANGKAPOS.COM, PURBALINGGA -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga menyesalkan terbitnya soal ujian akhir semester mata pelajaran Tarikh SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, yang menyinggung calon gubernur DKI Jakarta.
Baca: Harganya Rp 9 Juta, Netizen Ini Ingin Pinjam Tali Tas Adik Syahrini untuk Gantung Diri
Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga Sukamto mengatakan, pihaknya telah memanggil guru pembuat soal itu dan memberikannya teguran keras.
Baca: Peduli Narkoba, Marshanda dan Julia Perez Pun Gabung GPAN
"Dia sudah membuat surat pernyataan bermaterai, berisi permohonan maaf dan janji tidak akan mengulang lagi. Surat itu sudah ditembuskan ke wilayah dan pusat," katanya, Jumat (9/12).
Baca: Blak-blakan, Ayushita Ngamuk Kalau Tak Dapat Ini dari Laudya Cynthia Bella
Sukamto menegaskan, jika kejadian serupa terulang, guru berstatus guru tetap yayasan tersebut harus siap dikeluarkan dari yayasan.
Menurut Sukamto, soal nomor 48 tersebut tidak sesuai dengan materi kurikulum mata pelajaran Tarikh. Materi soal itu juga bukan ranah dunia pendidikan.
Baca: Rugi Perasaan, Marinir Gadungan Ini Tipu Kenalan Facebook
"Saya juga tidak mengerti motivasi guru membuat soal itu. Apa karena terbawa emosi saya juga tidak tahu,"katanya
Sukamto mengatakan, setiap akhir semester gasal, masing-masing sekolah melalui guru mata pelajaran memang diberi kewenangan menyusun soal ujian untuk siswa mereka.
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM ikut menentukan soal pada saat penilaian akhir untuk kenaikan kelas.
Setelah kejadian ini, kata Sukamto, Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM akan mengadakan rapat evaluasi dan mengumpulkan seluruh guru sekolah Muhammadiyah, agar peristiwa serupa tak terulang kembali.
"Akan kami sampaikan, bahwa yang demikian tidak benar karena tidak sesuai dengan kurikulum. Jadi semua soal harus sesuai dengan kurikulum," katanya.
Dalam surat pernyataan itu, guru pembuat soal itu menyatakan permohonan maaf kepada semua pihak atas kekhilafannya membuat soal.
Ia mengaku membuat soal tersebut karena dikejar deadline dengan kondisi kelelahan dan kurang fokus.
Sementara soal yang sudah dibuatnya sebelumnya hilang karena tersimpan di komputer sekolah yang rusak.
Dia juga mengakui yang sudah dia lakukan tidak sesuai dengan buku ajar, serta tidak ada niat untuk menimbulkan perbedaan pendapat seperti sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-soal-ujian-akhir-semester-yang-menyertakan-nama-ahok_20161210_062256.jpg)