Rakyat Korsel Bersukaria, Parlemen Makzulkan Presiden Park
Meski parlemen sudah sepakat melucuti wewenang eksekutif Park, unjuk rasa akan terus digelar sebab pemakzulan baru efektif setelah disetujui ...
BANGKAPOS.COM, SEOUL -- Sehari setelah parlemen Korea Selatan sukses memakzulkan Presiden Park Geun-hye, pada Sabtu (10/12/2016), ribuan warga negeri itu dijadwalkan turun ke jalanan untuk bersukaria.
Baca: Guru yang Bikin Soal Ujian Tentang Ahok dan Partai Kafir Akhirnya Minta Maaf
Selama tujuh pekan, kota Seoul mengalami unjuk rasa besar dengan para peserta membawa lilin yang menyala.
Baca: Kesal Ditampar karena Tak Bisa Santet, Dukun Furu Mutilasi Wanita Ini
Aksi besar-besaran ini dilakukan sebagai gerakan massa untuk melengserkan Presiden Park yang sudah sangat tak populer di mata rakyat.
Baca: Sadis, Gadis Ini Diperkosa dan Dihabisi Kakak Sepupu Gara-gara Keluar Kamar Mandi Pakai Handuk
Meski parlemen sudah sepakat melucuti wewenang eksekutif Park, unjuk rasa akan terus digelar sebab pemakzulan baru efektif setelah disetujui Mahkamah Konstitusi.
Baca: Obama Perintahkan Evaluasi Soal Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS Diselidiki
Proses di Mahkamah Konstitusi diperkirakan bisa memakan waktu hingga enam bulan, padahal banyak warga Korsel yang menghendaki Park segera dipecat dan diproses secara hukum.
Hingga Mahkamah Konstitusi mengesahkan pemakzulan itu, maka hanya kewenangan Park sebagai presiden yang dicabut.
Namun, jabatan presiden masih melekat pada diri Park sehingga sesuai konstitusi Korsel, seorang presiden kebal hukum hingga masa jabatannya berakhir.
Parlemen sepakat memakzulkan Park pada Jumat (9/12/2016) karena Park dianggap melanggar konstitusi dan hukum pidana mulai dari kegagalan melindungi rakyat hingga dugaan suap dan penyalahgunaan wewenang.
Sebagian besar dakwaan terhadap Park terkait dengan investigasi yang melibatkan kawan lama Park, Choi Soo-sil, yang kini tengah menanti persidangan dalam kasus penipuan dan penggelapan uang. (*/AFP,)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/presiden-korea-selatan-park-geun-hye-dan-perdana-menteri-hwang-kyo-ahn_20161210_145749.jpg)