Bekas Tambang PT Timah Ditanami 2.000 Pelawan, Setelah Enam Bulan Sudah Bisa Dipanen
Penanaman pohon indemik asal Bangka ini sudah dilakukan Yayasan O2 Pelawan Babel, mulai 1 Desember 2016 lalu.
BANGKAPOS.COM, BANGKA, -- Sedikitnya 2.000 pohon pelawan ditanam di kawasan reklamasi PT Timah Tbk, di Jalan Sinar Rembulan Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
Penanaman pohon indemik asal Bangka ini sudah dilakukan Yayasan O2 Pelawan Babel, mulai 1 Desember 2016 lalu.
Diperkirakan dalam satu bulan ini, kawasan 1 hektar lahan reklamasi PT Timah tersebut akan tertanam semua bibit pohon Pelawan.
"Alhamdulillah yayasan O2 Pelawan dipercaya PT Timah untuk menanam pohon Pelawan di lokasi eks tambang mereka di Desa Riding Panjang. Kerjasama kita sekitar 2.000 pohon pelawan. Namun dari Yayasan O2 Pelawan telah menyiapkan sekitar 2.300 bibit pohon Pelawan," ujar Suhada, Pembina Yayasan O2 Pelawan, Selasa (13/12/2016).
Menurut Suhada, Yayasan O2 Pelawan sengaja mengajukan kemitraan dengan PT Timah untuk menanam Pohon Pelawan ini. Tujuannya, kata Suhada, selain ingin melestarikan tanaman lokal Bangka Belitung, pihaknya juga meyakini pohon lebih banyak memberikan manfaat daripada tanaman jenis lain.
Jika dirawat secara benar, dalam enam bulan saja masyarakat sekitar kawasan penanaman pohon pelawan ini sudah bisa memetik pucuk daun Pelawan, untuk dijadikan Teh Daun Pelawan.
Setelah pohon Pelawan ini besar, buih yang keluar dari batang pelawan bisa digunakan untuk mengobati jerawat dan beberapa penyakit kulit lainnya.
"Apalagi jika kita bicara madu dan kulat pelawan, tentunya dua produk hasil dari hutan pelawan ini nantinya akan memberikan dampak ekonomi yang sangat tinggi. Dengan kata lain, seluruh yang melingkupi pelawan ini bisa memberikan manfaat," tukas Suhada.
Teknis kerjasama Yayasan O2 Pelawan dengan PT Timah Tbk ini, kata Suhada, pihak akan mengelolah satu hektar hutan pelawan ini sampai tumbuh dan menghasilkan manfaat kepada masyarakat.
Tugas Yayasan O2 Pelawan bukan hanya menanam saja, tetapi merawat sampai tanaman ini tumbuh dan daunnya bisa dipetik.
"Rencana kita lahan satu hektar ini akan kita jadikan percontohan hutan pelawan. Nantinya kita akan bermitra dengan masyarakat sekitar kawasan ini, daunnya bisa dipetik warga dan dijual dengan kita. Melalui kemitraan ini kita yakin, masyarakat akan menjaga hutan pelawan ini, karena telah memberkan manfaat bagi mereka," ujar Suhada.
Dalam waktu dekat ini, lanjut Suhada, setelah 2.000 bibit tertanam semuanya, maka 300 bibit tambahan dari Yayasan O2 Pelawan akan ditanam secara simbolisi oleh perwakilan PT Timah Tbk.
"Sengaja kita siapkan untuk launching penanaman kawasan Pelawan ini. Kita berharap kemitraan dengan PT Timah berlanjut pada lahan eks tambang lainnya. Karena kita bermimpi ada 1.000 hektar hutan pelawan di Pulau Bangka," harap Suhada. (Doi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yayasan-o2-pelawan-tanam-pohon-pelawan_20161213_094737.jpg)