Jelang Akhir Tahun, Penyakit Campak Kerap Serang Anak-anak
Beberapa daerah seperti di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang, Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu, Desa Tanjung Ratu
Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Tersangka penyakit campak di Kabupaten Bangka pada akhir Tahun 2016 ini mengalami peningkatan, bahkan sudah mengarah kepada Kejadian Luar Biasa (KLB).
Beberapa daerah seperti di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang, Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu, Desa Tanjung Ratu dan Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat sudah terjadi KLB tersangka penyakit campak.
"Memang meningkat, ada KLB di Desa Balunijuk, Tanjung Ratu, Puskemas Bukit Ketok Belinyu dan sekarang ini di TK Amalia Sungailiat. Ini baru tersangka campak karena untuk memastikan penyakit campaknya maka sampel darah penderita harus dikirim ke Jakarta, kadang empat atau lima bulan baru ada hasilnya. Kita belum bisa menentukan positif atau tidaknya cuma tersangka campak," jelas Sataria, selaku Kepala Seksi Surveilance, Epedimilogi Imunisasi dan Kesehatan Matra (Sepimkesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Rabu (14/12/2016) kepada bangkapos.com di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.
Dikatakannya untuk KLB ini jika sudah ada lima orang di suatu wilayah mengalami tersangka campak sudah dikatakan KLB.
"Jadi di Kabupaten Bangka ini sudah ada empat KLB," kata Sataria.
Tersangka penyakit campak di daerah KLB tersebut banyak menyerang anak-anak yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK).
"Di Balunijuk yang kena anak TK, di Tanjung Ratu TK, di Bukit Ketok TK dan di sini di Sungailiat juga TK. Kalau di TK ini nyebar. Jadi yang empat itu kenanya anak TK semua. Kalau di rumah juga mereka bisa kena teman-temannya di rumah," ungkap Sataria.
Namun disamping menyerang anak-anak ini juga tersangka penyakit campak ini menyerang orang dewasa seperti guru para anak-anak TK tersebut karena penyakit ini mudah menular dimana mereka berinteraksi dengan siswa yang sakit.
Menurutnya gejala penyakit campak ini yakni suhu tubuh tinggi mengalami panas demam, timbul ruam atau bercak-bercak merah di seluruh badan dan mata memerah.
"Untuk memastikan tersangka campak ini diperiksa langsung oleh dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter yang di daerah KLB ini baru tersangka campak. Untuk memastikan positif campak atau bukan sudah kita kirim ke Jakarta sampelnya. Untuk di TK Amalia baru mau kita ambil sampel darah anak yang tersangka campak kalau tidak hari ini mungkin besok. Staf kami sudah pergi ke Puskesmas Kenanga untuk mengambil sampel darahnya," jelas Sataria.
Untuk itu pihaknya sudah melakukan penyuluhan kepada orang tua yang anaknya terserang tersangka penyakit campak agar anaknya sementara beristirahat di rumah selama 10 hari, sehingga tidak menular ke teman-temannya yang lain.
Bagi anak yang terkena tersangka penyakit campak ini diberikan vitamin A. Sedangkan untuk anak-anak yang tidak terkena campak langsung diberikan imunisasi campak.
Dia menilai untuk tersangka campak ini biasanya lima tahun sekali kasusnya meningkat.
"Memang lima tahun sekali kasus campak ini meningkat. Dulu lima tahun sekali juga ada, pokoknya kelipatan lima meningkat," kata Sataria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sataria_20161214_142658.jpg)