7 Suku dari Pelosok Dunia Ini Terisolasi dan Tak Pernah Terjamah, Nomor 7 Paling Kejam
Para anggota suku ini masih mempertahankan tradisi lama yang telah ditinggalkan penduduk modern.
BANGKAPOS.COM - Di zaman serba modern, ternyata masih ada beberapa daerah yang terisolasi dari perkembangan, guys.
Mungkin ada ratusan suku terasing yang tinggal di wilayah paling terpencil di dunia ini.
Para anggota suku ini masih mempertahankan tradisi lama yang telah ditinggalkan penduduk modern..
Dirangkum Tribun Travel dari laman Listverse, berikut tujuh suku terasing yang tidak pernah terjamah manusia.
Baca: Tragis, Akibat Kecanduan Seks 5 Tokoh Ini Tewas Saat Berhubungan Seks
1. Suku Peru yang ditemukan oleh turis
listverse.com
Ketika berjalan bersama rombongan tur, sekelompok wisatawan tiba-tiba dikejutkan dengan anggota suku yang tidak dikenal.
Padahal, para antropolog selama bertahun-tahun mencari keberadaan suku ini.
Betapa beruntungnya wisatawan yang tanpa sengaja itu bertemu dengan suku Peruvian.
Baca: Begini Keadaan Mantan Penyanyi Cilik Maissy Saat Ini, Foto Bersama Anak dan Suaminya Bikin Heboh
2. Suku Lone, Brasil
listverse.com
Suku ini disebut-sebut sebagai "suku paling terpencil di planet Bumi.
Di sebuah tempat di Amazon, ada sebuah suku yang hanya terdiri dari satu orang.
Dia bisa menghilang tiba-tiba dan tidak ingin membuat kontak dengan manusia.
Ilmuwan masih terus meneliti keberadaan suku Lone yang menjadi harta karun hutan Amazon.
Baca: Jangan Bersihkan Telinga Pakai Cotton Buds, Kotoran Malah Terdorong Masuk!
3. Jackson Whites
listverse.com
Pada tahun 1700-an, pemukim Eropa disibukkan dengan penjajahan mereka di Amerika Utara.
Pada saat itu pula, pernah terdengar suku asli Amerika berjalan keluar dari hutan sejauh 56 Km dari New York City.
Entah bagaimana, mereka berhasil menghindari kontak dengan para pemukim.
Mereka yang dikenal sebagai Whites Jackson memiliki warna kulit terang dan diduga diturunkan dari "Jacks" (Inggris).
Baca: Korban Berteriak, Pelaku Jambret Tewas Babak Belur Dihajar Massa
4. Suku Ruc, Vietnam
listverse.com
Perang Vietnam membawa bom hingga ke daerah paling terisolasi di negara ini.
Tentara Vietnam Utara pun terkejut ketika melihat sekelompok suku muncul dari hutan.
Karena kerusakan hutan, suku Ruc memutuskan tinggal di wilayah lain dan meninggalkan rumah tradisional mereka.
Tetapi, nilai-nilai kesukuan yang telah ada sejak ratusan tahun tidak pernah musnah.
Baca: Ini Percakapan Mucikari Ap dan Pria Hidung Belang via WA: 3 Juta itu 1 Cewe Ya Cin
5. Suku Brasil
listverse.com
Pemerintah Brasil telah mencoba mencari tahu berapa banyak orang tinggal di daerah terisolasi Amazon untuk mengontrol populasi penduduk.
Penyisiran hutan dilakukan dengan pesawat terbang yang dikontrol dengan peralatan fotografi canggih.
Pada tahun 2007, dalam operasi rutin, pesawat tiba-tiba diserang oleh anak panah yang melesat dari suku yang sebelumnya tidak pernah diketahui.
Barulah pada tahun 2011, satelit berhasil menemukan beberapa bintik di sudut hutan, yang sebelumnya tidak terlintas di pikiran manusia jika wilayah itu layak huni.
Ternyata, bintik dalam gambar adalah orang-orang suku Brasil.
Baca: Seorang Terduga Teroris Ditangkap di Deli Serdang
6. Suku New Guinea
listverse.com
Di suatu tempat di New Guinea, ada kemungkinan besar puluhan bahasa, adat istiadat, dan budaya masih belum diketahui manusia modern.
Karena medan yang sulit dan belum dipetakan, karakter orang-orang suku ini tidak diketahui.
Sebuah laporan menyatakan, suku di pedesaan New Guniea (Nugini) masih menganut kanibalisme.
Pada tahun 1961, misalnya, Michael Rockefeller diperintahkan untuk menemukan beberapa suku yang hilang.
Alih-alih menemukan, Rockefeller yang berdarah Amerika terpisah dari kelompoknya dan diperkirakan telah ditangkap dan dimakan oleh suku ini.
Baca: Dani Selamat Usai Tertimbun Batako 5 Ton
7. Suku Sentinelese
dailymail.co.uk
Sentinelese adalah suku yang beranggotakan 250 orang yang tinggal di utara Pulau Sentinel, antara India dan Thailand.
Tidak ada orang yang berani menyentuh suku ini, karena mereka akan menyambut pengunjung dengan hujan panah.
Bagi siapapun yang menginjakkan kaki di pulau ini, sebaiknya bersiap-siap membuat surat wasiat terakhir sebelum kehilangan nyawa.
Suku ini mampu bertahan hidup dari berbagai budaya modernisasi.