Motif Dwi Hartono Bunuh Kacab Bank BUMN hingga Susno Sebut Ada Mata-Mata dari orang Dekat Korban

Motif Dwi Hartono Nekat Culik dan Bunuh Kacab Bank BUMN hingga Susno Sebut Ada Mata-Mata dari orang Dekat Korban

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Instagram @Klanhartono/Ilham Pradipta/Istimewa
PEMBUNUHAN KACAB BANK - Kolase foto Dwi Hartono otak pelaku pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat dan mata terlilit lakban di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025). (Tengah) Potret Ilham Pradipta semasa hidup. 

BANGKAPOS.COM - Kejadian penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN mengundang reaksi banyak pihak.

Di antaranya datang dari Eks Kabareskrim Polri Susno Duadji.

Dari analisanya, ja mengungkap motif hingga hal-hal yang mencurigakan dari kasus tersebut.

Susno Duadji menyebut motif Dwi Hartono menghabisi nyawa Ilham Pradipta yakni dendam pribadi.

Dimana sebelumnya sempat muncul dugaan bahwa motif penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta karena kredit fiktif. 

Sebagai informasi Kredit fiktif adalah tindak pidana perbankan yang melibatkan peminjaman uang dari lembaga keuangan dengan menggunakan data, dokumen, atau identitas palsu.

Pelaku tidak berniat mengembalikan kredit tersebut, sehingga menyebabkan kerugian signifikan bagi lembaga keuangan dan dapat dikategorikan sebagai penipuan atau korupsi. 

"kredit fiktif si dugaannya," tulis salah seorang akun di TikTok. 

Dugaan itu muncul setelah tampang Dwi Haryono berseliweran di media sosial dan banyak sekali yang mengenalinya.

Namun hingga kini pihak kepolisian belum mengungkapkan motif sebenarnya penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta. 

Terbaru, Susno Duadji menyampaikan pernyataan yang mengejutkan. 

Susno meyakini ada sosok orang dekat dari korban yang selama ini jadi mata-mata pelaku.

Atau bisa saja orang dekat korban itulah yang jadi dalang di balik pembunuhan.

"Kok bisa tahu korban pada saat itu keluar dari kantor, berada di (supermarket). Kemudian bisa dibuntuti. Ini pasti yang sudah ada membuntuti dan memantau keberadaan korban," ungkap Susno Duadji dalam tayangan Kompas TV, Selasa (26/8/2025).

Lebih lanjut, Susno mengungkap pendapatnya soal isu kematian Ilham karena adanya dugaan penggelapan kredit bank.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved