Rabu, 29 April 2026

Pembunuhan Sadis di Pulomas

Hipoksia, Meninggal Karena Kekurangan Oksigen

Tanpa oksigen, otak, hati, dan organ lainnya dapat rusak hanya dalam beberapa menit.

Editor: fitriadi
INSTAGRAM
Sosok-sosok korban pembunuhan sadis Pulomas semasa hidup meninggalkan dukacita mendalam bagi rekan, saudara dan kerabat. Ucapan belasungkawa netizen banjiri akun Instagram seorang korban, Selasa (27/12/2016). 

* Sesak napas

* Berkeringat

* Mengi

Siapapun yang mengalami gejala-gejala ini disarankan untuk segera meminta bantuan medis.

Baca: Anak 13 Tahun Korban Penyekapan Diceburkan ke Bak Mandi dan Ditodong Pistol

Cara mengobati

Kita harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan untuk hipoksia dan untuk menjaga cek tingkat oksigen di tubuh kita.

Yang paling penting adalah untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke dalam tubuh.

Kita akan menerimanya melalui sebuah plug kecil di hidung atau melalui masker yang menutupi hidung dan mulut.

Baca: Perubahan Perilaku Arsitek Korban Perampokan Sebelum Ditemukan Tewas

Bagi banyak orang, ini sudah cukup untuk membawa tingkat oksigen kembali normal.

Obat semprot atau obat asma melalui mulut mungkin dapat membantu kita agar bisa bernapas lebih mudah.

Jika ini tidak membantu, dokter mungkin akan mencoba memberikan obat melalui pembuluh darah di lengan.

Kita juga mungkin perlu obat steroid untuk waktu yang singkat untuk mengecilkan peradangan di paru-paru.

Ketika hidup kita dalam bahaya sementara perawatan lainnya tidak bekerja, kita mungkin perlu mesin untuk membantu kita tetap bernapas. 

Penyebab

Sebuah serangan asma berat, atau flare, dapat menyebabkan hipoksia pada orang dewasa dan anak-anak.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved