Minggu, 17 Mei 2026

Kemana Wilayah Indonesia Jika NKRI Bubar, Ini Penjelasannya

Dengan mengusung isu teror, maka pasukan dari berbagai negara bisa dengan mudah untuk masuk ke negara berdaulat, dan menguasai segala sumber dayanya.

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
Repro/Kompas TV
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Pertempuran di era moderen ini dipicu perebutan energi.

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan konflik Arab Spring atau Musim Semi Arab yang terjadi di Timur Tengah juga terjadi karena perebutan energi.

Baca: Inilah yang Dilakukan Wanita Cantik, Bikin Pemain Liverpool Kesetanan Saat di Lapangan

Baca: Polisi Gelar Razia Bus Klakson Telolet, Berbeda di Brexit Ada Zona Telolet

Indonesia sebagai negara dengan Sumber Daya Alam (SDA) menggiurkan, juga berpotensi kembali menjadi korban konflik.

"Kalau dulu karena agama, sekarang konflik karena energi. Tujuh puluh persen konflik karena energi, padahal energi sudah mau habis," ujar Gatot Nurmantyo di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016).

Indonesia selain kaya akan sumber daya minyak dan gas, juga diberkahi dengan cuaca yang baik.

Jika energi fosil seperti minyak dan gas habis, maka alternatif berikutnya adalah bahan bakar terbarukan seperti dari tanaman yang bisa tumbuh di kawasan tropis seperti Indonesia.

Konflik terkait energi yang dialami Indonesia sempat terjadi di Timor Timur.

Baca: Wow, Pedangdut Dua Sabun Colek Ini Ditawarin Beginian Hingga Dibayar Rp 1 Miliar

Baca: Azriel Hermansyah Datang ke Pemakaman Keluarga Dodi Triono , Punya Kenangan dengan Korban Diona

Sebelum Timor Timur lepas dari Indonesia, pemerintah sempat menjalin kerjasama dengan pemerintah Australia untuk mengeksplorasi cadangan minyak dan gas di celah Timor.

Kerjasama itu urung dilanjutkan, karena Timor Timur lepas berpisah dengan Indonesia.

"Tim-tim merdeka dengan mudah, sehingga kita gembira tepuk tangan. Begitu Tim-tim merdeka yang pertama kali dilakukan adalah perjanjian tentang celah Timor," ujarnya.

Saat ini ancaman yang ada di depan mata adalah konflik Laut Cina Selatan yang melibatkan Tiongkok, Vietnam dan Filipina.

Konflik itu antara lain berisi tentang perebutan kepualauan Spartly yang kaya akan cadangan minyak dan gas.

Jika Tiongkok sukses membangun pulau permanen di wilayah tersebut dan diakuai PBB, maka Natuna dan sebagaian Kalimantan akan masuk dalam Zoa Ekonomi Ekslusif (ZEE) mereka.

Cara-cara untuk membubarkan NKRI antara lain dengan melemahkan bangsa Indonesia.

Hal itu dilakukan antara lain dengan narkoba, cara yang sama yang pernah sukses dilakukan Inggris terhadap Tiongkok di era perang Candu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved