Selasa, 28 April 2026

Baru Empat Hari Sudah 6 Warga Babel Tewas Di Jalan Raya, Satu Korban Tabrak Lari

Tahun baru 2017 baru berjalan empat hari, namun tercatat sudah enam orang warga Babel tewas akibat kecelakaan di dua pulau tersebut

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos.com/Disa Aryandi
Satlantas Polres Belitung, Minggu (1/1/2017) subuh ketika melakukan olah TKP pada kecelakaan di Air Saga. 

BANGKAPOS.COM--Tahun baru 2017 baru berjalan empat hari, namun tercatat sudah enam orang warga Babel tewas akibat kecelakaan di dua pulau tersebut.

Kecelakaan tragis pertama terjadi tepat beberapa saat setalah malam pergantian tahun.

Tiga orang tewas dalam kecelakaan lalulintas di Jalan Raya Tanjung Kelayang, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Minggu (1/1/2017) dini hari dinyatakan meninggal dunia (MD).

Olah TKP Kecelakaan Pagarawan
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Raya Desa Pagarawan

Baca: Kerap Mangsa Anjing dan Ayam Warga, Ular Piton raksasa ini Berhasil Ditangkap Warga Gadung

Tiga pengendara yang meninggal itu pengendara sepeda motor Yamaha Vixeon BN 6580 WA, Dwi Nanda (20) warga Desa Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, yang ketika itu berkendaraan dengan Sendra Prakosa alias Acang (20) yang hingga kini belum sadarkan diri.

Sedangkan pengendara lainnya yang meninggal dunia (MD) yaitu Hikmat Prayoga (32) dan anaknya Najua (3). Ketika itu pengendara sepeda motor Honda Beat nopol BN 3015 WA tersebut sedang bersama dalam satu sepeda motor bersama istrinya, Desi Sriminiarti (31).

Untuk istri dari Hikmat Prayoga mengalami luka berat, dan harus dijahit di bagian muka, dan kepala wanita bertubuh tinggi agak gemuk ini.

"Kalau untuk pengendara N Max, dua orang (Fadli dan Eriyani) mengalami luka ringan. Tapi untuk wanitanya (Eriyani) masih menjalani rawat inap," kata Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Siswo Dwi Nugroho kepada Posbelitung.com, Minggu (1/1/2017).

Dari hasil kesimpulan sementara, kata Siswo, diduga pengendara sepeda motor Yamaha Vixion kurang berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor.

"Kedua orang itu (pengendara Vixion) juga diduga ketika mengendara, sedang dalam pengaruh minuman keras," ujarnya.

Sementara di Pulau Bangka pada awal tahun 2017 ini dilaporkan sudah tiga orang pengendara sepeda motor tewas dijalan raya.

Seorang gadis bernama Arzila (26), tewas di jalan. Pengendara motor, warga Jl Batu Rubi XI Bukit Besar Pangkalpinang ini diduga ditabrak lari oleh sebuah mobil di Jl Raya Desa Pagarawan Merawang Bangka, Selasa (3/1/2017).

"Korban bernama Arzila, kelahiran Pangkalpinang, 14 Oktober 1990. Sesuai identitas di KTP-nya, korban statusnya belum kawin, dan pekerjaan karyawan swasta. Korban beralamat di Jl Kl Baru Rubi XI Bukit Besar Pangkalpinang. Korban meningal di TKP (lokasi kejadian -red)" jelas Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kasat Lantas AKP Dewi Rahmailis Munir kepada Wartawan Bangkapos.com, Selasa (3/1/2017) petang.

Mengenai kronologis kejadian tewasnya korban, dijelaskan Kasat sesuai hasil pemeriksaan saksi mata dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Terjadi Lakalantas tabrak lari di Jl Raya Pal 09 Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Bangka, Selasa (3/1/2017) sekira pukul 13.00 WIB," kata Kasat.

Kejadian menurutnya, bermula saat korban mengendarai sepeda motor vario warna hitam BN 2658, melaju dari. arah Sungailiat menuju arah Pangkalpinang, Selasa (3/1/2017) siang.

"Tiba-tiba sepeda motor tersebut (korban) terjatuh di depan sebuah mobil (identitas modil dalm penyelidikan -red) yang melaju dari arah berlwanan, Pangkaplinang ke Sungailiat," katanya.

Sementara itu, di belakang mobil yang belum diketahui identasnya ini, melaju mobil lain, yaitu Toyota Avanza warna hitam BN 17*.* PO.

Avanza hitam BN 17*.* PO ini mendahului mobil di depannya, lalu menabrak korban.

"Sehingga menyebabkan kecelakaan. Setelah kecelakaan mobil Avanza (BN 17*.* PO) sempat dikejar oleh warga. Namun setelah berhasil dikejar dan disuruh balik kembali ke TKP, saat warga lengah, mobil tersebut malah kabur ke arah Pangkalpinang," jelas Kasat memastikan, kasus ini dalam penyelidikan pihaknya.

 Ditempat terpisah kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan, sepeda motor, truk dan minibus.

Insiden ini merenggut seorang korban jiwa, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka di Jl Raya Desa Kayubesi Kecamatan Puding Besar, Senin (2/1/2017) petang.

Korban si pengemudi motor, Defri alias Dedi, Warga Desa Labu itu meninggal dunia di tempat kejadian, dalam kondisi tubuh memprihatinkan dihantam mobil Ertiga hingga terpental dalam bak truk di belakangnya.

Sedangkan temannya yang duduk di bocengan, Ahmad Sabrul (21), kerika itu disebutkan kritis, dan penumpang mobil luka-luka.

Namun, informasi terbaru disampaikan Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kabag Ops Kompol S.Sophian, Selasa (3/1/2017) menyebutkan, bahwa korban tewas bukan cuma satu, tapi dua orang.

"Yang meninggal awalnya Defi Sandra (31). Kemudian malam harinya, Ahmad Sabrul (21), yang meninggal. Keduanya pengendara motor, warga Desa Labu Kecamatan Puding Besar," kata Sophian, Selasa (3/1/2017), merevisi data sehari sebelumnya.

Sedangkan sopir mobil Ertiga menurut Sophian, sudah diamankan oleh Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Bangka.

Mobil dan motor yang terlibat tabrakan, juga diamankan.

"Penyidik masih meminta keterangan lebih lanjut pada para saksi," katanya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved