Kamis, 30 April 2026

Inilah Pengakuan Mengejutkan Agen CIA yang Menginterogasi Saddam Husein

Nixon berada di Irak ketika Saddam ditemukan pasukan AS di sebuah lubang kecil di bawah tanah yang berada di sebelah peternakan di kota kelahirannya

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
net
Pengakuan mengejutkan diungkapkan agen CIA, John Nixon terkait dengan diktator Irak, Saddam Hussein. 

Bagaimanapun, Nixon mengatakan sang mantan pemimpin Irakitu adalah seorang yang narsis.

"Dia menyukai interaksi yang dia dapatkan dengan berbicara kepada saya."
Seusai sesi interogasi pertama, manakala Nixon berupaya menjalin keakraban dengan Saddam Hussein agar yang bersangkutan mau bekerja sama, Saddam mengatakan dia menikmati percakapan tersebut.

"Dia telah bersembunyi selama berbulan-bulan dan tidak banyak bercakap-cakap," kata Nixon.
Keadaan awal itu merupakan hal yang positif, namun keesokan harinya Saddam "menjadi lebih curiga".

"Dia adalah salah satu orang yang paling banyak menaruh curiga yang saya pernah temui. Setiap pertanyaan yang saya ajukan, dia balas bertanya."
Nixon mengaku CIA tidak punya banyak hal untuk ditawarkan kepada Saddam agar dia berbicara.

"Kami harus mengingatkan bahwa ucapan dan pandangan-pandangannya akan dicatat sejarah dan didengarkan oleh penguasa-penguasa tertingi di dunia," kata Nixon.
Ada beberapa topik yang diharuskan oleh CIA untuk ditanyai ke Saddam, namun selain topik-topik tersebut, Nixon boleh menanyakan apa saja.

"Saya tahu saya harus berupaya mendapat jawaban. Selama bekerja untuk dinas (CIA), Anda diajarkan bagaimana menarik keterangan dari narasumber dan membuat mereka menjadi aset yang berpotensi. Namun, Anda harus sangat berhati-hati karena Anda tidak ingin muncul risiko kegagalan menarik informasi penting dengan menyentuh topik tertentu menggunakan cara yang salah," papar Nixon.

Topik paling penting yang harus diketahui dari Saddam adalah keberadaan senjata pembunuh massal (WMD).
Amerika Serikat dan Inggris tekah memakai tuduhan Irakmemiliki WMD sebagai alasan utama untuk melancarkan perang.

"Hanya itu yang ingin diketahui Gedung Putih," kata Nixon.
Namun, dari percakapannya dengan Saddam, Nixon mencapai kesimpulan bahwa mantan pemimpin Irak itu telah menghentikan program nuklir negara tersebut beberapa tahun sebelumnya dan tidak berniat memulainya kembali.
Pandangan itu yang membuat Nixon dan kolega-kolegannya dianggap sebagai "kegagalan".

Nixon tidak diundang untuk menjelaskan Presiden George W Bush sampai lima tahun kemudian, pada 2008, menyusul temuan berbeda mengenai Saddam Hussein dari Biro Investigasi Federal (FBI).

Nixon jelas mencerca Presiden Bush. Bahkan, menurutnya, sebagai orang yang pernah menjabat tangan Bush dan Saddam, dia memilih menghabiskan waktu dengan mendiang Saddam.
George W Bush, menurut John Nixon, "terisolasi dari kenyataan".

Kata Nixon, Presiden Bush "terisolasi dari kenyataan" bersama para penasihat yang "mengelilinginya dan mengangguk tanda sepakat".

"Saya dulu berpikir bahwa apa yang kita katakan di CIA berguna dan presiden akan mendengar. Namun, tidak penting apa yang kita katakan, politik melampaui intelijen."
Nixon mengaku "malu" atas apa yang terjadi di Irak sejak penggulingan Saddam Hussein. (*)

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved