Kamis, 9 April 2026

Kisah Pemuda Periang Kena Gangguan Jiwa Dipasung Orangtuanya

Selama tiga bulan terakhir, pemuda yang dulunya periang ini harus hidup di samping rumah dengan kondisi kaki terpasung pada balok besar.

Editor: Hendra
Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Beberapa pemuda di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara terpaksa dipasung keluarganya karena diduga mengalami gangguan jiwa. 

BANGKAPOS.COM, MANADO,  - Ariyanto Potabuga alias Yanto (21), warga Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, hidup memprihatinkan.

Selama tiga bulan terakhir, pemuda yang dulunya periang ini harus hidup di samping rumah dengan kondisi kaki terpasung pada balok besar.

Keluarganya terpaksa memasung Yanto karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Dia dipasung di lokasi yang hanya beralaskan tanah dengan lubang berdiameter sekitar 50 x 50 centimeter sebagai tempat bersandar dan tidur.

Tante Yanto, Merry Potabuga mengatakan sejak setahun lalu keponakannya itu mulai terlihat berperilaku aneh.

Baca: Perempuan Muda Tawarkan Jasa Pembantu Online, Ternyata Ini Modus Penipuan

Yanto dinilai sering membahayakan orang lain dan juga sering merusak perabotan warga saat mengamuk.

"Karena kelakuan makin menjadi, tiga bulan lalu terpaksa kami pasung," ujar Merry yang ditemui di rumahnya, Jumat (13/1/2017).

Merry menuturkan, Yanto berasal dari keluarga 'broken home'. Ayah dan ibunya telah berpisah.

Kondisi perekonomian keluarga yang juga pas-pasan membuat upaya pengobatannya hanya bisa sampai di Puskesmas. Meski beberapa tetangga sering ikut memberikan bantuan.

Baca: Hakim Penjarakan Dua PNS Basel 1 Tahun 10 Bulan

"Kami tidak tau lagi harus bagaimana, terpaksa keluarga sepakat untuk memasungnya. Kami takut dia terus berbuat onar," tutur Merry.

Sementara itu, Anto Tamuu (28), warga Kelurahan Gogagoman Lingkungan V, Kecamatan Kotamobagu Barat, juga bernasib sama seperti Yanto.

Karena perilakunya yang sering mengamuk dan merusak benda-benda yang berada di dekatnya, dia pun dipasung keluarganya.

Sejak beberapa bulan lalu, Anto dipasung di belakang rumah yang hanya beralaskan papan dengan kaki dirantai.

Beberapa buah karung plastik yang dijahit jadi satu, menjadi selimut pengusir dingin dan penghalau nyamuk kala tidur.

Baca: Angin Kencang Landa Pangkalpinang, Mobil Pelat Merah Ditimpa Pohon

Anto sebenarnya sempat mencicipi masa sekolah sampai kelas satu di SMP Negeri 4 Kotamobagu pada tahun 2002 silam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved