Jadi Heboh, Kuntilanak Sembunyikan Pelajar SMP Pemali di Bawah Pohon Pisang
"Saya selaku orangtua sudah cari kemana-mana, tapi tidak ada juga. Karena sudah berjam-jam kami cari tidak ketemu, lalu saya menemui beberapa ...
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Warga RT 006 RW 003 Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka, heboh. Makhluk astral yang diyakini adalah sosok Kuntilanak, dikabarkan bikin ulah.
Baca: Bingung Cari Pasangan yang Tepat Meski Sudah Lama Pacaran? Ini Dia Cara Taaruf yang Menjanjikan
Seorang anak baru gede, sebut saja namanya Bujang (14), pelajar sebuah SMP, enam jam menghilang, dan kemudian ditemukan tergeletak di bawah pohon pisang, tengah malam.
Baca: Mengejutkan, Inilah Penampilan Terbaru Ki Joko Bodo, Anda Bakal Sulit Mengenalinya Saat Bertemu
Percaya atau tidak soal kisah mistis ini, yang jelas, faktanya pencarian Bujang dilakukan melibatkan belasan warga, tetangga korban, dan juga beberapa orang paranormal atau dukun.
Baca: Berat Badannya 436 Kilogram, Pria Ini Mengklaim Dirinya Hulk dan Pernah Angkat Beban 5.000 Kilogram
Setelah ditemukan, tubuh Bujang dibopong masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, saat dia sadarkan diri, mata Bujang melolot, seraya berteriak ketakutan. "Kuntilanaa..aaakkk..!"
Baca: Terpaksa, Siswi SD Ini Hidup di Teras Rumah Tetangga Bersama Ibu dan Kakaknya
Teriakan Bujang yang menyebut Kuntilanak, tentu saja membuat orangtua dan warga menjadi panik. Dukun pun mengusap air berisi mantara dan doa-doa, agar ABG ini, tenang.
Namun upaya itu, tak langsung membuahkan hasil. Bujang, tetap saja histeris. Beberapa menit kemudian, tubuhnya lemas, dan Bujang kembali terkapar di pembaringan rumahnya.
Baca: Ingat, Jika Sering Melakukan Hal Ini, Anda Harus Segara Menikah
Kisah heboh ini diceritakan langsung oleh orangtua korban, TP (42), warga RT 006 RW 003 Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka ketika ditemui Bangkapos.com, Senin (16/1/2017) siiang.
Baca: Beginilah Kekuatan Super Suara Ibu Kepada Anak
"Kejadian itu terjadi beberapa hari lalu. Saat itu, hujan gerimis, anak saya (Bujang), baru pulang dari surau (mushollah), lepas maghrib, bersama teman sebayanya," kata TP (42), ayah korban.
Namun, ditunggu-tunggu oleh orangtuanya, Bujang tak kunjung sampai ke rumah. TP dan istrinya, menjadi cemas.
"Saya selaku orangtua sudah cari kemana-mana, tapi tidak ada juga. Karena sudah berjam-jam kami cari tidak ketemu, lalu saya menemui beberapa orang pintar. Satu diantara dukun bilang ke saya kalau anak saya itu berada tak jauh dari rumah kami, karena disembunyikan mahluk halus," katanya.
TP dan sejumlah warga kemudian menggunakan lampu penerangan jenis senter dan lampu cash, berkeliling di sekitar rumah.
Namun pencarian yang dilakukan beramai-ramai, tidak juga membuahkan hasil.
Setelah lepas tengah malam, tiba-tiba terdengar suara seperti seorang perempuan menangis di tengah kegelapan, dekat pohon pisang, depan rumah korban. Warga pun menuju sumber suara yang dimaksud.
"Dan pertama kali kami temukan payungnya. Payung itu sebelumnya dibawa anak saya waktu pergi ke surau (mushollah). Walau payungnya sudah ditemukan, tapi anak saya tetap tidak terlihat," kata TP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-penampakan-kunti-dan-pocong_20170116_192446.jpg)