Senin, 18 Mei 2026

Pengen Lihat Satwa Langka Khas Bangka, Datang Saja ke Desa Airgegas, Ada Limbuk Hingga Pergam

Jika di wilayah lain sejumlah binatang langka khas Bangka sudah kian sulit untuk ditemui, berbeda dengan yang terjadi di wilayah Desa Air Gegas

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos/Nordin
Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jika di wilayah lain sejumlah binatang langka khas Bangka sudah kian sulit untuk ditemui, berbeda dengan yang terjadi di wilayah Desa Air Gegas Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan.

Baca: Empat Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Jebus di Tembak Polisi

Kades Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan Masri menyebutkan, di wilayahnya masih banyak ditemui hewan asli Bangka.

Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)
Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)

Mulai dari ayam hutan, burung limbuk, pergam, beo, kijang, pelanduk, dan masih banyak lagi lainnya.

Baca: 10 Artis Terkenal ini Tanpa Malu Mengakui Mereka Penyuka Lain Jenis Sekaligus Sejenis

Beberapa hewan ini menjadi peliharaan warga. Bahkan mereka sering berburu untuk di konsumsi.

" Hewan-hewan ini hidup di hutan lebat dan bukit-bukit kalau di wilayah kami," terang Masri kepada bangkapos.com, Jum'at (20/1/2017).

Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)
Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)

Bapak dua anak ini menyebutkan, guna melestarikan hewan-hewan ini, pihaknya akan membangun kebun binatang. Selain itu menertibkan para pemburu.

"Kami berkeinginan desa ini menjadi salah satu tujuan wisata untuk melihat hewan-hewan asli Bangka yang sudah mulai punah, salah satunya dengan kebun binatang. Lahan kami siap, tinggal bagaimana dukungan dari pihak terkait," ujarnya.

Baca: Inilah Sejumlah Fakta Menarik Anak-anak Donald Trump, Salah Satunya Beragama Yahudi

Agus Salim warga Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan mempunyai cerita unik tentang ayam hutan yang dipeliharanya.

Binatang ini sulit dipelihara, gampang mati, belum pernah bertelur dan saat pagi hari dia mengibas sayapnya seperti bunyi kibasan sayap bebek.

Ayam hutan peliharaan Agus Salim warga Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan, Jum'at (20/1/2017)
Ayam hutan peliharaan Agus Salim warga Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan, Jum'at (20/1/2017)

" Kalau kita angkat kemudian ditelentangkan kakinya menghadap kelangit ayam ini bisa mati, dia juga sulit makan," terang Agus kepada bangkapos.com, Jum'at (20/1/2017)

Dia menyebutkan, keberadaan binatang ini sekarang sulit dijumpai.

Mereka sering berburu tapi hampir selalu pulang dengan tangan kosong.

Hirin (32) warga Airgegas lainnya juga mempunyai cerita tentang burung yang dikenalnya dengan nama 'pergam' dan dipeliharanya delapan bulan silam.

Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)
Beberapa hewan asli Bangka di Desa Airgegas yang kini sudah jarang ditemui (ayam hutan, burung limbuk, pergam, peniol jambul, beo/tiong), Jum'at (20/1/2017)

Sekilas, pergam yang dipelihara Hirin mirip Merpati atau burung Dara. Perbedaannya ada di corak bulu dan ukuran tubuh sedikit lebih besar.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved