Pengen Lihat Satwa Langka Khas Bangka, Datang Saja ke Desa Airgegas, Ada Limbuk Hingga Pergam
Jika di wilayah lain sejumlah binatang langka khas Bangka sudah kian sulit untuk ditemui, berbeda dengan yang terjadi di wilayah Desa Air Gegas
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jika di wilayah lain sejumlah binatang langka khas Bangka sudah kian sulit untuk ditemui, berbeda dengan yang terjadi di wilayah Desa Air Gegas Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan.
Baca: Empat Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Jebus di Tembak Polisi
Kades Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan Masri menyebutkan, di wilayahnya masih banyak ditemui hewan asli Bangka.
Mulai dari ayam hutan, burung limbuk, pergam, beo, kijang, pelanduk, dan masih banyak lagi lainnya.
Baca: 10 Artis Terkenal ini Tanpa Malu Mengakui Mereka Penyuka Lain Jenis Sekaligus Sejenis
Beberapa hewan ini menjadi peliharaan warga. Bahkan mereka sering berburu untuk di konsumsi.
" Hewan-hewan ini hidup di hutan lebat dan bukit-bukit kalau di wilayah kami," terang Masri kepada bangkapos.com, Jum'at (20/1/2017).
Bapak dua anak ini menyebutkan, guna melestarikan hewan-hewan ini, pihaknya akan membangun kebun binatang. Selain itu menertibkan para pemburu.
"Kami berkeinginan desa ini menjadi salah satu tujuan wisata untuk melihat hewan-hewan asli Bangka yang sudah mulai punah, salah satunya dengan kebun binatang. Lahan kami siap, tinggal bagaimana dukungan dari pihak terkait," ujarnya.
Baca: Inilah Sejumlah Fakta Menarik Anak-anak Donald Trump, Salah Satunya Beragama Yahudi
Agus Salim warga Airgegas Kecamatan Airgegas Bangka Selatan mempunyai cerita unik tentang ayam hutan yang dipeliharanya.
Binatang ini sulit dipelihara, gampang mati, belum pernah bertelur dan saat pagi hari dia mengibas sayapnya seperti bunyi kibasan sayap bebek.
" Kalau kita angkat kemudian ditelentangkan kakinya menghadap kelangit ayam ini bisa mati, dia juga sulit makan," terang Agus kepada bangkapos.com, Jum'at (20/1/2017)
Dia menyebutkan, keberadaan binatang ini sekarang sulit dijumpai.
Mereka sering berburu tapi hampir selalu pulang dengan tangan kosong.
Hirin (32) warga Airgegas lainnya juga mempunyai cerita tentang burung yang dikenalnya dengan nama 'pergam' dan dipeliharanya delapan bulan silam.
Sekilas, pergam yang dipelihara Hirin mirip Merpati atau burung Dara. Perbedaannya ada di corak bulu dan ukuran tubuh sedikit lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/burung-limbuk_20170120_203002.jpg)