Selasa, 14 April 2026

Pencarian Sang Ayah yang Terlunta-lunta Cari Anaknya Terjawab, Si Anak Ternyata Ada di Malaysia

Tanpa alamat yang jelas, pria itu berjalan terpincang-pincang karena ingin menemui anaknya yang telah lama tidak pulang.

Facebook/ Yohanz
Sukari, penderita stroke asal Blitar berjalan kaki tiga hari menuju Tulungagung untuk mencari anaknya. 

BANGKAPOS.COM -- Kisah memilukan seorang penderita stroke asal Blitar, yang berjalan tiga hari menuju Tulungagung untuk mencari anaknya sempat viral beberapa hari lalu.

Baca: Berani Coba? Ini Tips Buat Sang Istri Basah Saat Bercinta

Tanpa alamat yang jelas, pria itu berjalan terpincang-pincang karena ingin menemui anaknya yang telah lama tidak pulang.

Baca: Inilah Manfaat Pijatan untuk Kesehatan Tubuh Anda

Setelah kisahnya begitu viral dan membuat terenyuh banyak netizen, kini pria bernama Sukari itu dapat sedikit bernafas lega.

Baca: Roller Coaster Bikin Geger Rumah Tangga Raffi-Gigi, Ternyata Inilah Awalnya

Bagaimana tidak, dalam waktu dekat ini anaknya akan segera pulang menjenguknya.

Ini disampaikan Yohanz, neter yang memviralkan cerita pria asal Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Blitar itu.

Rabu (1/2/2017) malam, Yohanz mengaku mendapat telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai anak Sukari.

Baca: Inilah Fakta Sesungguhnya Mengenai Rambut Donald Trump, Asli atau Palsu?

Pria tersebut mengatakan bahwa dirinya bekerja di Malaysia dan langsung akan pulang akhir pekan ini.

Baca: Wanita Turis Asal Swedia Ini Kepergok Curi Celana Pendek di Lombok, Sanksinya Bikin Malu

Yohanz pun enggan untuk menanyakan mengapa anak sulung Sukari itu tak pernah menjenguk ayahnya selama bertahun-tahun.

"Dia tahu kondisi ayahnya saat ini dari media sosial. Setelah tahu langsung telepon saya. Dia juga tahu di mana alamat anak perempuan pak Sukari. Dia yang akan menghubungi. Itu yang disampaikan pada saya," tutur Yohanz pada Tribunjogja.com, Jumat (3/2/2017).

Di akun Facebooknya, Yohanz pun meminta pada para netizen untuk tak berkomentar macam-macam pada anak-anak Sukari.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesalahan yang dapat dijadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik ke depannya. (tribunjogja.com)

Penulis: say

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved