Kamis, 9 April 2026

Tere Liye Blak-blakan Ungkap Jebakan Kepada KH Ma'ruf Amin di Sidang Ahok

Sang novelis berani mengungkapkan kebenaran tuduhan tersebut, usai mendapatkan rekaman percakapan di sidang penistaan agama tersebut

Editor: Iwan Satriawan
TRIBUNNEWSl/Resa Esnir/Hukum Online/Pool
Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan Lanjutan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1). Sidang yang keenam tersebut masih beragendakan mendengarkan emapt keterangan saksi dari pihak penuntut umum dan ditambah 2 saksi penyidik dari Polres Bogor. TRIBUNNEWSl/Resa Esnir/Hukum Online/Pool 

BANGKAPOS.COM--Saksi di sidang perkara kasus penistaan agama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin terus bergulir.

Hingga tudingan akan kebohongan yang dituduhkan pada Kyai Ma'ruf Amin terkait dengan telepon mantan Presiden RI, SBY kepadanya.

Hal ini pula yang menjadi bahasan novelis Tere Liyeakan kebenaran mengenai tuduhan yang ditujukan kepada Kiayi Ma'ruf Amin.

Sang novelis berani mengungkapkan kebenaran tuduhan tersebut, usai mendapatkan rekaman percakapan di sidang penistaan agama tersebut.

Ini postingan Tere Liye yang menjadi viral di facebook, usai dibagikan 19 ribu lebih akun facebook.

Postingan
Postingan

*Anda Berbohong, Tere Liye

Saya menunggu beberapa hari hingga akhirnya menulis catatan ini. Setelah saya mendapatkan transkrip dan rekaman langsung apa yang terjadi dari sidang penistaan agama, yang berujung ancaman kepada Kiai, barulah sy confident sekali menuliskannya.

Berikut saya tuliskan percakapan pada bagian yang menjadi ‘masalah serius’ itu:

“Saudara saksi, apakah pada hari Kamis, ada telepon dari Pak SBY jam 10.16 menit yang menyatakan adalah:

Pertama, mohon diatur supaya Agus dan Sylvi bisa diterima di kantor PBNU.
Kedua, Pak SBY minta segera dikeluarkan fatwa penistaan agama yang dilakukan terdakwa.”

Pak Kiai: “Tidak ada.”

“Sekali lagi kami tanyakan. Ada atau tidak?”

Pak Kiai: “Tidak ada.”

Clear sekali ini pertanyaan dan jawaban. Coba baca pertanyaan tersebut? Mereka sedang bluffing, menjebak Kiai dengan pertanyaan yg jelas jawabannya ‘Tidak ada’, lantas mengggoyang isunya: Kiai berbohong soal menerima telepon.

Coba baca sekali lagi, Kiai ditanya apakah SBY minta segera dikeluarkan fatwa penistaan agama? Jawabannya tidak ada. Coba kalau pertanyaan pengacara jadi begini: “

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved