Selasa, 28 April 2026

Parulian Sebut Juru Parkir Jual Jasa Mengatur Kendaraan, Bukan Pungli

praktek pungli itu jika ada oknum PNS tugasnya membuat perizinan meminta biaya lebih dari tarif resmi perizinan tersebut itu yang disebut pungli

Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Nurhayati
Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Parulian Napitupulu 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA --Ketua DPRD Kabupaten Bangka menyesalkan pernyataan Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah yang menilai bahwa parkir di Pasar Atas Sungailiat belum ditetapkan pengelolanya, tetapi tetap dipungut tarif retribusi parkir sebagai pungutan liar (pungli).

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangka dan juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan dia tidak terima dengan pernyataan tersebut. Menurutnya para juru parkir itu menjual jasa bukan melakukan pungli.

"Juru parkir itu tidak pungli mereka menjual jasa mengatur kendaraan agar rapi dan aman bukan melakukan pungli. Saya tidak sependapat dengan pernyataan Ketua KNPI Bangka mengatakan itu pungli. Kami dari partai PDI Perjuangan yang merupakan partai wong cilik merasa keberatan, berapalah mereka dapat dari penghasilan parkir itu per harinya untuk menafkahi keluarga mereka. Mereka harus berpanas-panas dan berhujan-hujanan demi menafkahi keluarga mereka dari hasil parkir. Mereka itu hanyalah wong cilik, rakyat kecil yang cari makan dari bekerja sebagai tukang parkir," ungkap Parulian ketika menghubungi bangkapos.com, Selasa (7/2/2017) melalui telpon.

Baca: Ada Pungli di Tengah Kota Sungailiat, Tim Saber Pungli Kemana, Kok Tak Bertindak

Menurutnya yang disebut pungli tersebut bukan seperti yang dilakukan para juru parkir. Dijelaskannya bahwa praktek pungli itu jika ada oknum PNS yang tugasnya membuat perizinan meminta biaya lebih dari tarif resmi perizinan tersebut itu yang disebut dengan pungli.

"Kalau juru parkir inikan mereka menjual jasa. Saya juga dapat keluhan dari pedagang di sekitar areal parkir, tadi hampir terjadi kecelakaan karena tidak ada petugas parkir yang ngatur parkir dan lalulintas seperti biasanya," sesal Parulian.

Dia merasa kasihan terhadap para juru parkir di Pasar Atas Sungailiat tersebut yang menyampaikan keluhan kepadanya, mereka sudah beberapa hari tidak kerja karena belum ada pemenang tender parkir.

Untuk itu ia menyarankan agar para juru parkir tetap bekerja, tetapi jika ada pengendara kendaraan tidak mau bayar parkir jangan dipaksa membayar.

Parulian meminta agar pihak instansi terkait segera menetapkan pemenang lelang parkir tersebut agar tidak terjadi gejolak di lapangan.

"Petugas parkir itu tidak pungli justru mereka adalah pahlawan pendapatan daerah yang mengumpulkan hasil retribusi parkir," tegas Parulian yang akrab disapa Ucok.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved