Selasa, 14 April 2026

Pria Tua Evakuasi '1001' Mayat Mengambang di Sungai Brantas

Kamari sudah begitu banyak mengevakuasi mayat sampai tak lupa menghitungnya.

Editor: fitriadi
Surya/David Yohanes
Kamari, relawan pengevakuasi mayat di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bersama istrinya, Sutik dan cucunya saat ditemui wartawan Surya, David Yohanes. 

BANGKAPOS.COM, MALANG - Bendungan Sengguruh di Desa Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, harapan terakhir untuk menemukan mayat terbawa arus Sungai Brantas.

Baca: Lihat yang Dilakukan Bocah Ini Saat Lihat Ibunya Kepanasan di Gerobak, Sungguh Mengharukan

Di bendungan ini pula Kamari (63) sebagai sosok yang mengevakuasi setiap mayat yang hanyut. Tidak tanggung-tanggung, ratusan mayat sudah Kamari evakuasi.

Baca: Memalukan, Ibu Guru Genit Ini Kepergok Bercinta dengan 2 Murid Sekaligus

Warga Jalan Kramat, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ini berkisah sejak kecil sudah biasa bermain di Sungai Brantas hingga kemudian dibangun bendungan.

Baca: Ini Tandanya Kamu Terjebak Dimabuk Cinta, Diingat Ya. . .

Sehari-hari Kamari mencari nafkah di Bendungan Sengguruh dengan mengumpulkan sampah plastik untuk dijual kembali ke pengepul barang rongsokan.

“Kalau yang lain di Sengguruh mencari ikan, saya mencari rongsokan. Karena saya tidak bakat kalau disuruh mencari ikan,” cerita Kamari kepada Surya, Minggu (5/2/2017).

Baca: Diintip Yuk, Inilah Rahasia Cantik dan Awet Muda Wanita Jepang

Suami Sutik (50) ini setiap hari berjibaku dengan sampah di Bendungan Sengguruh. Sehari penghasilannya Rp 30 ribu. Di tengah mencari sampah, Kamari lebih sering menemukan mayat.

Mayat yang ia evakuasi ke pinggir bendungan sudah membusuk. Kamari juga sering dipanggil jika ada penemuan mayat di Bendungan Sengguruh.

Lelaki mungil yang ramah ini juga diminta membawa mayat ke pinggir sebelum dievakuasi tim SAR ke kamar mayat rumah sakit sebelum diserahkan ke ahli waris.

Jika ditanya berapa mayat yang sudah dievakuasi Kamari menjawab sudah 1001 mayat. Artinya Kamari sudah begitu banyak mengevakuasi mayat sampai tak lupa menghitungnya.

Jumlah pastinya, sekitar 250 hingga 300 mayat yang Kamari sudah evakuasi dari Bendungan Sengguruh. Kamari mengaku kasihan melihat dan membiarkan mayat mengambang di bendungan.

“Kasihan, kok terapung-apung seperti sampah. Makanya saya berusaha untuk membawahnya ke pinggir,” ucap Kamari.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved