Memasuki Hari ke Empat, Korban Terkubur Hidup-hidup di Tambang Mapur Belum Ditemukan
Upaya pencarian terus dilakukan menggunakan enam unit exavator dan dilakukan dengan cara manual.
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Memasuki hari ketiga, di hari Rabu (8/2/2017), Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, belum ditemukan.
Sumarno tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang IUP PT Timah di Air Rengas Dusun Melintang Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Senin (6/2/2017) lalu.
Proses pencarian korban hingga Rabu (8/2/2017) siang ini masih berlangsung.
Baca: Tahukah Anda, Setelah Kita Mati Bagian Tubuh Kita Ini Tetap Hidup Lho
Enam unit alat berat dikerahkan untuk mencari korban.
Kades Mapur Agus Sari mengatakan, sampai Rabu (8/2/2017) ini korban masih di cari.
"Belum ditemukan," kata Agus kepada bangkapos.com Rabu (8/2/2016).
Keluarga besar Sumarno (25) dari Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, sejak Senin (6/2/2017) sore hingga Rabu (8/2/2017) hari ini, stanby di lokasi tambang Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip.
Baca: Inilah Kopi Termahal di Dunia yang Dijamin Bikin Kantong Jebol, Proses Pembuatannya Bikin Mual
Keluarga penuh harapan, Sumarno bisa segera di temukan.
Rahman (kakak kandung Sumarno), menyebutkan, dia (Sumarno) adalah adik paling bungsu.
"Adik saya sudah dua bulan kerja di tambang ini. Sumarno adik paling bungsu dari 11 bersaudara, keluar besar kami semua ngumpul di sini (tambang Air Rengas), kami berharap adik saya itu bisa segera ditemukan," tutur Rahman juga Kadus Mengkubung ini, kepada bangkapos.com Rabu (8/2/2017).
Menurut Rahman, apa yang terjadi ini, adalah musibah, kecelakaan kerja.
"Ini musibah dan kami harus menerima dengan ikhlas. Terkecuali apa yang terjadi itu ada unsur kesegajaan," ujar Rahman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/proses-pencarian-korban-sumarno_20170208_190822.jpg)