Siti Aisyah, Gadis Desa nan Lugu Tamatan SD yang Kini Namanya Mendunia
Aisyah itu lugu, sederhana. Dan hanya lulusan SD -kan keluarganya juga hanya petani saja. Dia itu pendiam, penampilannya juga biasa
BANGKAPOS.COM--Berita pembunuhan kakak pemimpin Korea Utara -salah satu negeri paling menyita perhatian karena ketertutupannya- begitu menghebohkan karena ternyata melibatkan seorang perempuan Indonesia, Siti Aisyah -sebagai tersangka pembunuhnya.
Lebih-lebih di lingkungan Siti Aisyah sendiri -di kampung asalnya di Serang, Banten, dan di kawasan Tambora, Jakarta -alamat bekas mertuanya yang masih menjadi alamat resminya.
Baca: Inilah Nusseibeh, Keluarga Muslim yang Turun-temurun Memegang Kunci Gereja Makam Yesus
Rahmat Yusri Ketua Rukun Tetangga (RT) di alamat KTP dan paspor Aisyah, mengungkapkan, berita penangkapan AIsyah bagai petir di siang bolong bagi sebagian besar warga RT yang dipimpinnya.
"Kita semua kaget," kata Rahmat.
"Aisyah itu lugu, sederhana. Dan hanya lulusan SD -kan keluarganya juga hanya petani saja. Dia itu pendiam, penampilannya juga biasa. Jadi warga di sini juga kaget, dia dituduh membunuh begitu. Tak ada yang bisa percaya Aisyah berbuat itu," ungkap Rahmat kepada Mehulika Sitepu dari BBC Indonesia.
Rahmat mengingat-ingat, perempuan berusia 25 tahun itu mulai datang ke sekitar tahun 2007.
Baca: Seorang TKI Tewas Dibelit dan Nyaris Ditelan Ular Sawah Betina yang Habis Bertelur
"Asalnya dia bekerja di rumah Bapak Liangkion, sebagai pekerja dalam," kata Rahmat, menggunakan istilah pekerja dalam untuk menghaluskan istilah pekerja rumah tangga.
"Dia pendiam dan tertutup. Tidak banyak bergaul di luar. Paling keluar kalau ada keperluan. Saya juga sebagai ketua RT jarang melihat Aisyah," tambahnya.
Tak dinyana, Gunawan Hasyim, alias Ajun, anak majikannya jatuh cinta kepadanya.
Mereka pun menikah tahun 2008. Pernikahan itu menghasilkan seorang anak, namun jodoh mereka tak berumur panjang. Tahun 2012, Aisyah dan Gunawan bercerai.
"Itulah terakhir saya ketemu Siti Aisyah, pas mau tanda tangan surat cerai, itupun sepintas karena dia mau pulang dengan ibunya."
Sebelum itu, tahun 2010 Aisyah menyertai suaminya, berangkat ke Malaysia untuk bekerja.
"Dia kembali, tahun 2011, itu ada perubahan. Dari pakaiannya, badannya, pokoknya drastis. Dia, yah lebih cantik, bersih. Dia berangkat lagi setelah itu sebentar. Kemudian cerai tahun 2012."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/siti-aisyah_20170219_164645.jpg)