Mungkin Belanda Tak Menjajah Indonesia Andai Secarik Kertas Ini tak Ada
Sebelumnya, hanya Portugis yang memiliki informasi mengenai pelayaran ke dunia timur dan negeri itu menyimpan pengetahuannya rapat-rapat.
BANGKAPOS.COM - Rumor beredar di Eropa pada akhir abad ke-16 bahwa Portugis sedang 'kedodoran' menangani perdagangan rempah-rempah di Batavia, Jakarta tempo dulu, dan Kerajaan Belanda sedang bersiap-siap melakukan ekspedisi.
Ahli kartografi Jan Huygen van Linschoten buru-buru merampungkan bukunya yang berjudul Itinerario (terbit 1596) dan peta Indonesia lengkap dengan petunjuk navigasi (1598).
Baca: Danau Toba Monaco Of Asia Diserang Lintah, Lihat Penampakannya Mengerikan!
Sebelumnya, hanya Portugis yang memiliki informasi mengenai pelayaran ke dunia timur dan negeri itu menyimpan pengetahuannya rapat-rapat.
Semua tahu apa yang terjadi kemudian.
Baca: Agus Yudhoyono Kalah, SBY Boyong Keluarga Besar Tinggalkan Jakarta
Belanda datang ke Pulau Jawa dan mendirikan perusahaan multinasional pertama di dunia pada tahun 1602, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
Sejak itu, kekayaan alam Indonesia bagai terisap ke Belanda.
Pada akhir abad ke-16 itu, pengetahuan diperoleh dari buku.
Baca: Gratis Isi Full Tangki Anda pada 29-30 Februari, Begini Penjelasan Pertamina
“Paman Google” yang sekarang ini sangat populer tentu saja belumlah lahir.
Bersenjatakan sebuah buku dan peta Van Linschoten, Belanda sukses dalam ekspansinya ke Asia, termasuk ke Indonesia yang diberinya nama Hindia Belanda.
Peta itu adalah modalnya. Benar bahwa pengetahuan dan kemajuan teknologi navigasi Belanda pada abad itu telah membawa ke zaman keemasan. Dua faktor penentu ini masih berlaku hingga sekarang.
Walau sejarah membuktikan bahwa penjajahan di suatu negara hanya melahirkan ketertinggalan, seperti terjadi di banyak negara bekas jajahan, pengetahuan dan teknologi tetaplah menjadi penentu kemajuan.
Peta Van Linschoten berjudul The Moluccan Islands, in His Discours of Voyages into ye Easte & West Indies: Divided into Foure Books itu dapat dilihat di Perpustakaan Nasional Australia, Canberra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/peta-penjajah-belanda_20170220_055410.jpg)