Selasa, 5 Mei 2026

Pedagang Empek empek di Toboali Keluhkan Mahalnya Harga Cabai Kecil

Tingginya harga cabai kecil di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang mencapi Rp 200 ribu perkilogramnya dikeluhkan pedagang empek empek

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: edwardi
bangkapos.com/Riki Pratama
Susanti pedagang empek empek di Depan Gedung Nasional Toboali, keluhkan harga cabai kecil yang mahal mencapai Rp 200 perKG, foto di ambil Senin (20/2/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Tingginya harga cabai kecil di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang mencapi Rp 200 ribu perkilogramnya dikeluhkan beberapa pedagang empek empek.

Pasalnya, dengan tingginya harga cabai membuat mereka harus menghemat dalam pemakaian cabai.

Seperti dikatakan oleh Susanti (42) pedagang empek empek, selada dan mie rebus mengeluhkan mengenai tingginya harga cabai sejak satu minggu terakhir ini.

"Harganya tinggi sejak seminggu lalu mencapai Rp 250 ribu, mahalnya harga cabe sama dengan harga sahang, luar biasa,"jelas Susanti ibu empat anak ini kepada bangkapos.com, Senin (20/2/2017) di tempat daganganya, depan Gedung Nasional Toboali

Santi menjelaskan, karena harga yang begitu mahal, ia hanya mampu membeli sedikit, cukup untuk kebutuhan ia berjualan saja.

"Biasa belinya hanya satu ons Rp 12 ribu karena setiap hari kebutuhan sampai tiga ons seharinya, kita makainya sedikit sedikit, itupun di campur dengan cabai besar karena mahalnya cabai,"jelasnya

Dengan tingginya harga cabai di Toboali, Susanti berharap bahwa pemerintah secepat mungkin bisa mengendalikan harga cabai agar kembali normal.

"Untung kita bisa berkurang, apabila harga mahal seperti ini, sedangkan kita harga jualnya tidak naik, satu empek empek tetap di jual Rp 1000 rupiah, saya mengharapkan semoga harga cabai cepat turun seperti harga normalnya,"harapnya

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved