Jangan Buat Orang Tua Bersedih di Alam Kubur, Hindarilah Perbuatan Ini
ada juga larangan yang hendaknya dihindari oleh seorang anak saat orangtuanya telah meninggal dunia
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM--Seorang anak yang baik tentu menginginkan dapat berbakti kepada kedua orang tuanya tidak terbatas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal.
Bahkan sejumlah riwayat menyebutkan bahwa berbuat baik atau berbakti kepada orangtua jauh lebih sulit dilakukan ketika mereka telah meninggal dibandingkan saat masih hidup.
Dikutip dari Kabarmakkah.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk bakti ketika orangtua telah meninggal adalah seperti mendoakan mereka, bergaul dengan kerabat orangtua, beramal shaleh dan yang lainnya.
Namun disamping itu, ada juga larangan yang hendaknya dihindari oleh seorang anak saat orangtuanya telah meninggal dunia.
Ini karena jika seorang anak melakukan hal tersebut, maka orangtua akan merasakan kesedihan dan rasa malu yang mendalam di akhirat atau di alam kubur sana.
Hal tersebut tertulis jelas dalam Al Wa’dul Haq yang dikutip oleh Dr Umar Abdul Kafi dimana Rawabah bin Abdullah menuturkan, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”
Beberapa saat kemudian Rawabah absen dalam kebaikan dan justru lebih banyak melakukan perbuatan yang tidak berpahala dan perbuatan dosa. Rawabah pun melihat kondisi ayahnya dalam keadaan yang berbeda.
“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”
Karenanya jika tidak ingin mempermalukan orangtua di alam kubur sana, berbuatlah hal yang baik dan mendatangkan pahala serta hindarilah perbuatan yang sia-sia ataupun dosa. Wallahu A’lam.
Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meninggal
Suatu hari Abdullah bin Zaid, Seorang perawi masyhur yang banyak meriwayatkan hadits dari Anas Bin Malik, Bermimpi melihat semua kuburan terbuka dan semua penghuninya keluar dari kuburnya.
Masing-masing dari mereka dilihatnya membawa nampan yang berisi cahaya. Lalu ia melihat seorang laki-laki keluar dengan tangan hampa, wajahnya memelas dan ia tak membawa apapun di tangannya.
Melihat kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid heran, kemudian bertanya pada laki-laki itu: Assalamualaikum wahai penghuni kubur, Apa yang telah terjadi padamu, mengapa kamu tidak membawa nampan yang bercahaya seperti mereka?
Mayat itu menjawab: Waalaikumsalam.. Mereka semua memiliki anak dan keluarga yang selalu mendoakan dan bersedekah atas nama mereka. Nampan yang bercahaya itu merupakan pahala doa-doa dan sedekah yang mereka kirimkan.
Sementara aku.. walaupun aku memiliki anak, namun anakku tak pernah mendoakanku.. apalagi bersedekah untukku. Oleh karena itu aku tidak mempunyai cahaya dan itu membuat aku malu pada teman-temanku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/berdoa2_20151208_111036.jpg)