Kisah Ketika Raja Arab Keheranan Saat Bung Karno Ziarah ke Makam Rasulullah
Saat itu pula, Bung Karno melepaskan semua atribut-atribut dan pangkat kenegaraan yang digunakan
BANGKAPOS.COM--Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud, ke Indonesia, 1 Maret 2017, memperlihatkan betapa eratnya hubungan bilateral kedua negara tersebut.
Kedekatan Indonesia dan Arab Saudi dimulai sejak era Presiden Pertama RI Soekarno yang memang dikenal bersahabat dengan Raja Arab Saudi saat itu, Saud bin Abdulaziz al Saud.
Contoh kedekatan tersebut terlihat ketika Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno menunaikan ibadah haji pada tahun 1955.
Ketika itu, sang proklamator disambut sebagai tamu kehormatan oleh Raja Saudi, Saud bin Abdulaziz Al Saud.
Berbagai cara dilakukan Raja Saudi untuk mengambil hati Bung Karno, salah satunya memberikan hadiah mobil.
“Ketika aku akan kembali ke tanah air, Raja Arab Saudi mengatakan, Presiden Sukarno, mobil Chrysler Crown Imperial ini telah Anda pakai selama berada di sini. Dan sekarang saya menyerahkannya kepada anda sebagai hadiah,” kata Bung Karno menirukan ucapan Raja Saudi seperti dikutip dari National Geographic Indonesia.
Tentu saja Bung Karno girang bukan kepalang dengan pemberian hadiah itu.
Sebagai balasan, Bung Karno mengundang Raja Saudi untuk datang ke Indonesia.
Raja Saudi sangat mengagumi Bung Karno sebagai pendorong kemerdekaan negara negara Asia Afrika.
Dia juga menemani saat Bung Karno berziarah ke makam Nabi di Madinah.
Saat itu pula, Bung Karno melepaskan semua atribut-atribut dan pangkat kenegaraan yang digunakan.
Kemudian Raja Saudi keheranan dan bertanya pada Bung Karno.
“Di sana hanya ada Rasulullah SAW yang memiliki pangkat yang jauh lebih tinggi dari kita, aku, dan dirimu," jawab Bung Karno.
Komitmen Bung Karno terhadap Islam tak pernah berhenti.
Kelak Bung Karno menggagas Konferensi Islam Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung tahun 1964.
Hubungan erat antar kedua kepala negara itu tetap berjalin, dan mereka bertemu lagi dalam Konferensi Non Blok I di Beograd tahun 1962.
Kali ini di sela-sela lobi sidang, tiba-tiba Bung Karno memerintahkan Nyonya Supeni sebagai duta besar keliling Indonesia untuk memanggil Raja Saud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/presiden-republik-indonesia-ke-1-sukarno-bersama-raja-saudi-saud-bin-abdulaziz-al-saud_20170303_163906.jpg)