Jumat, 24 April 2026

Menguak Kehebatan Pahlevāni, Seni Bela Diri Tertua di Dunia Dari Timur Tengah

Di belahan dunia lain tepatnya di Timur Tengah ternyata memiliki seni bela diri sendiri yang belum banyak dikenal khalayak ramai

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM--Kita tentu tidak asing lagi dengan seni bela diri yang dimiliki sejumlah negara di Asia.

Sebut saja misalnya Karate dari Jepang, Kungfu dari China hingga Pencak Silat yang asli Indonesia.

Di belahan dunia lain tepatnya di Timur Tengah ternyata memiliki seni bela diri sendiri yang belum banyak dikenal khalayak ramai.

Seni bela diri itu berasal dari Iran bernama Pahlevāni dan merupakan salah satu seni bela diri tertua di dunia.

Dulunya latihan ini untuk persiapan perang, kini menjadi latihan pembentukan nilai-nilai kebajikan.

Berikut beberapa fakta mengenai olahraga ini seperti dikutip dari laman DeutscheWelle.com

Pahlev?ni
Pahlev?ni (dw.com)

Ritual kuno
Ritual Pahlevāni - zoorkhāneh merupakan olahraga kuno tradisi Persia-Iran yang sudah eksis sebelum masuknya Islam di Iran.

Olahragawan melakukan gerakan yang diiringi musik tetabuhan dan menggunakan alat-alat yang secara simbolis mewakili senjata kuno.

Olahraga ini mulai terabadikan dalam gambar, pada masa pemerintahan dinasti Qajar (1785–1925), dimana seni fotografipun tengah populer.

Sang pengabadi momen
Antoin Sevruguin (1830-1933) merupakan fotografer terkemuka kelahiran Rusia, berdarah Armenia-Georgia.

Pada masa pemerintahan dinasti Qajar di Iran, ia banyak mengabadikan momen penting dan bersejarah, termasuk olahraga tradisional ini. Arsip foto-fotonya menjadi harta karun sejarah Iran.

Tempat latihannyapun sakral
Sasana kanuragan kuno bernaha Zoorkhaneh di Iran ini disediakan khusus untuk atlet Pahlevāni - zoorkhāneh, dan tidak mudah diakses oleh sembarang orang.

Zurkhaneh dianggap lokasi sakral bagi para atlet yang berlatih varzeshe Pahlevani.

Olahraga ini menggabungkan seni beladiri kuno, keterampilan, musik, seni drama, dan nilai-nilai kebaikan.

Alat-alat kuno
Sesi latihan dimulai dengan angkat beban, menggunakan sepasang mil (tongkat kayu seperti di foto), perisai & kabbadeh (busur besi dengan rantai logam berbobot sekitar 20 kg).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved