Tak Disangka Pemuda Tak Lulus SMP Ini Sukses Bisnis Online
Siapa sangka Abdul Wahab yang tidak lulus SMP bisa menjadi salah satu orang yang sukses di bisnis online.
BANGKAPOS.COM, KENDAL - Abdul Wahab (28), belum pernah menikmati bangku SMA. Apalagi bangku kuliah. Lelaki kelahiran Tegal, yang kini tinggal di Jl. Tumaritis 27 Harjomukti CimanggisDepok ini, hanya sempat belajar hingga Kelas 3 SMP.
Tetapi siapa sangka ia yang tidak lulus SMP itu, bisa menjadi salah satu orang yang sukses di bisnis online.
Selain mempunyai media online, santrionline. Net, Wahab, juga mempunyai usaha jual beli kaos dan buku.
“Pembaca santrionline. Net, setiap harinya lebih dari 1.000 orang. Sedang follower-nya ada 130.000,” kata Wahab, Minggu (5/3/2017).
Baca: Mahasiswi Cantik Meraup Untung dari Duri Ikan Bangeng
Keuntungan dari bisnis onlinenya itu, menurut pengakuan Wahab, untuk memberi beasiswa anak-anak yang secara ekonomi belum beruntung. “Saya merasakan rasanya jadi anak dari orang tua yang tidak mampu. Saya ingin membantu mereka,” ujarnya.
Lantaran kesuksesannya itu, tahun 2016 kemarin, Wahab, pernah mendapat penghargaan dari Mentri Pemuda dan Olahraga sebagai Pemuda Inspiratif, dan penghargaan dari KNPI, sebagai Pelopor Pemuda Penggerak Perdamaian.
Lelaki yang baru saja menikah tersebut, sering dipercaya menjadi pembicara sebuah seminar di depan para sarjana yang menjadi peserta. Seperti yang ia lakukan di Kendal sekarang ini.
“Awalnya saya grogi, tapi akhirnya jadi percaya diri, “ kata Wahab.
Baca: Rahasia Awet Muda dan Cantik Ala Wanita Jepang
Lelaki berkulit bersih itu memceritakan, dirinya tidak lulus SMP, lalu ia dikirim ke pondok oleh orang tuanya. Wahab mengaku, sangat beruntung mempunyai kedua orang tua yang bisa memotivasi anaknya.
“Saya dimotivasi dan diberi semangat oleh bapak dan ibu. Mereka mengatakan, orang sukses tidak hanya mereka yang sekolah tinggi,” ujarnya.
Di salah satu pondok yang ada di Tegal, tempat ia menimba ilmu agama, Wahab, juga belajar internet. Setelah menguasai , ia mencoba memanfaatkan dunia maya untuk syiar agama.
“Keluar dari pondok, saya terus mendalami ilmu internet. Hingga akhirnya saya mendapat kesempatan dari Lembaga Dakwah NU, untuk syiar agama,” ujarnya.
Di Papua, Wahab, tinggal di rumah seseorang yang beragama Katolik, bernama Antonius Rahael. Menurut anak ke 7 dari 9 bersaudara tersebut, Antonius Rahael, adalah orang yang sangat baik. Ia sangat menghormati demokrasi. Sebab Rahael tidak pernah mempersoalkan dirinya yang menyebarkan agama Islam, dan membuat pondok pesantren di situ.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wahab_20170307_091039.jpg)