Breaking News

Pedagang Pasar Kite: Cemane Pemkab ni Buat Bangunan Kayak ni

Para pedagang mengeluhkan penertiban yang dilakukan Tim Gabungan Kabupaten Bangka saat menertibkan lapak pedagang yang melanggar

bangkapos.com/Nurhayati
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan penertiban membersihkan meja dan lapak kayu pedagang, Jumat (10/3/2017) di sekitar Pasar Kite Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para pedagang mengeluhkan penertiban yang dilakukan Tim Gabungan Kabupaten Bangka saat menertibkan lapak pedagang yang melanggar, Jumat (10/3/2017) di Pasar Kite Sungailiat.

Mereka menilai penertiban ini tidak adil karena Pemkab Bangka dinilai merampas mata pencaharian mereka.

Selama ini para pedagang mengaku sudah membayar uang retribusi pasar kepada Pemkab Bangka setiap hari.

"Kami punya legalitas, bayar pajak dan tempat kami itu tidak layak pakai empat keramik untuk satu orang. Itu pemerintah sudah tahu, solusinya sampai tiga tahun tidak ada penyelesaian! teriak Erma pedagang sayur di Pasar Kite Sungailiat kepada bangkapos.com, Jumat (10/3/2017) di Pasar Kite Sungailiat.

Menurutnya, mereka bertahan dengan membuat lapak kayu tambahan, karena tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah di dalam pasar terlalu sempit sehingga tidak bisa menampung dagangan mereka dan meyulitkan pembeli.

"Kalau satu ditertibkan tertibkan semua. Jangan disini tertib disana nggak ditertib," kata Erma marah.

Diakuinya memang sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari UPT Pasar untuk menertibkan pedagang yang berjualan di lokasi yang dilarang tetapi alasan mereka berdagang karena punya legalitas.

"Buat apa negara mengeluarkan pajak, buat apa? Itukan aturan pemerintah bukan kami. Bangunannya bapak lihat, hanya empat keramik untuk satu orang. Kita ni punya dasar pak bertahan bukan dak punya dasar. Bukan asal bergerak begini," keluhnya.

Mereka sudah menyampaikan berkali-kali keluhan mengenai sempitnya lapak pasar yang disediakan oleh Pemkab Bangka tetapi tidak ada penyelesaian.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved