Minggu, 19 April 2026

Breaking News

Pedagang Pasar Kite: Cemane Pemkab ni Buat Bangunan Kayak ni

Para pedagang mengeluhkan penertiban yang dilakukan Tim Gabungan Kabupaten Bangka saat menertibkan lapak pedagang yang melanggar

Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
bangkapos.com/Nurhayati
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat melakukan penertiban membersihkan meja dan lapak kayu pedagang, Jumat (10/3/2017) di sekitar Pasar Kite Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para pedagang mengeluhkan penertiban yang dilakukan Tim Gabungan Kabupaten Bangka saat menertibkan lapak pedagang yang melanggar, Jumat (10/3/2017) di Pasar Kite Sungailiat.

Mereka menilai penertiban ini tidak adil karena Pemkab Bangka dinilai merampas mata pencaharian mereka.

Selama ini para pedagang mengaku sudah membayar uang retribusi pasar kepada Pemkab Bangka setiap hari.

"Kami punya legalitas, bayar pajak dan tempat kami itu tidak layak pakai empat keramik untuk satu orang. Itu pemerintah sudah tahu, solusinya sampai tiga tahun tidak ada penyelesaian! teriak Erma pedagang sayur di Pasar Kite Sungailiat kepada bangkapos.com, Jumat (10/3/2017) di Pasar Kite Sungailiat.

Menurutnya, mereka bertahan dengan membuat lapak kayu tambahan, karena tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah di dalam pasar terlalu sempit sehingga tidak bisa menampung dagangan mereka dan meyulitkan pembeli.

"Kalau satu ditertibkan tertibkan semua. Jangan disini tertib disana nggak ditertib," kata Erma marah.

Diakuinya memang sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari UPT Pasar untuk menertibkan pedagang yang berjualan di lokasi yang dilarang tetapi alasan mereka berdagang karena punya legalitas.

"Buat apa negara mengeluarkan pajak, buat apa? Itukan aturan pemerintah bukan kami. Bangunannya bapak lihat, hanya empat keramik untuk satu orang. Kita ni punya dasar pak bertahan bukan dak punya dasar. Bukan asal bergerak begini," keluhnya.

Mereka sudah menyampaikan berkali-kali keluhan mengenai sempitnya lapak pasar yang disediakan oleh Pemkab Bangka tetapi tidak ada penyelesaian.

"Sudah ngadep sudah tiga tahun lho, katanya mau dibangun. Oke pak dibangun sementara dibangun kami diletakkan dimana?"protes Erma yang dibenarkan para pedagang lainnya.

Menurutnya pedagang sayur yang lama di Pasar Kite hanya 50 orang tetapi setelah dibangun pasar baru bertambah 100 pedagang. Mereka tidak tahu penambahan 50 pedagang lain dari mana sehingga lapak pedagang sayur kampung ini semakin sempit dan sesak.

"Masuk, masuk terus, ya berbagi tempat. Tempat sempit begini orang seratus. Kami sudah coba, tiga bulan Rp 20.000 satu hari. Rp 20.000 dapat satu hari," sesal Erma yang dibenarkan oleh pedagang sayur lain.

Erma yang sudah 18 tahun berjualan sayur di Pasar Kite ini setiap hari mengaku dipungut Rp 8.000 untuk bayar retribusi pasar. Untuk itu mereka minta Pemkab Bangka memperhatikan nasib para pedagang.

"Yang dak bayar pajak seenak-enaknya ini kan uang rakyat. Kami tunggu, kita ini rakyat bukan sembarang berjual. Kita bayar pajak, makanya kita berani," tegas Erma.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved