Senin, 13 April 2026

ABG Digilir 13 Sopir Angkot Selama 12 Hari Dioper dari Satu Sopir ke Pelaku Lain

Kuat dugaan, gadis remaja ini menjadi korban praktik perdagangan manusia yang dilakukan oleh kenalan orangtuanya.

Editor: fitriadi
TRIBUNKALTIM.CO/Christoper D
Korban perkosaan (kiri) didampingi petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kota Samarinda, Selasa (14/3/2017). 

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Gadis remaja berusia 12 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan sekitar 13 orang  sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Samarinda Seberang, Kaltim.

Kuat dugaan, gadis remaja ini menjadi korban praktik perdagangan manusia yang dilakukan oleh kenalan orangtuanya.

Kepolisian bekerja ekstra keras guna dapat segera menangkap seluruh pelaku.

BACA: Terapis Spa Berpenghasilan Rp 30 Juta Layani Paket Khusus Pijat Buah Dada Plus-plus

Kejadian itu bermula, ketika kenalan orangtuanya yang kerap berada di rumah korban, yang terletak di jalan Cipto Mangunkusmo, Samarinda Seberang, pada kamis (16/2/2017) silam memberitahukan kepada korban, bahwa ibunya menunggu dirinya di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Hal itu pun membuat kepolisian bekerja ekstra keras guna dapat segera menangkap seluruh pelaku.

Kejadian itu bermula, ketika kenalan orangtuanya yang kerap berada di rumah korban, yang terletak di jalan Cipto Mangunkusmo, Samarinda Seberang, pada kamis (16/2/2017) silam memberitahukan kepada korban, bahwa ibunya menunggu dirinya di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

BACA: Wanita Muda Ini Punya 5 Suami Bersaudara, Begini Caranya 'Menggilir' Mereka Tiap Malam

Pada Selasa (28/2) akhirnya Bunga ditemukan warga di sekitar kawasan Gunung Lipan.

Saat itulah korban menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya. 

Korban mengaku dioper-oper dari sopir angkot satu ke yang lainnya.

Selama berpindah-pindah sopir. ia menjadi korban kekerasan seksual. Tercatat, korban "dikerjai" oleh sopir angkot itu, mulai di Jalan Bung Tomo, Km 1, Km 4, Loa Janan hingga Harapan Baru.

"Selama itu juga dia (korban) diperkosa, saya janji kalau polisi tidak cepat tangkap pelaku, saya dan teman-teman saya yang akan cari mereka," tegas Rs saat ditemui di Maporesta Samarinda.

BACA: Suami Bongkar Chatting Istri dan Ajudan Wali Kota, Panggilan Mesra Hingga Janjian Ngamar di Hotel

Pihaknya pun melaporkan hal itu ke kepolisian, pada Senin (13/3/2017).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved