Begini Penjelasan Polisi Soal Kronologi Pemeriksaan Dudung Admin IKNB
Pemeriksaan Dudung berawal saat Dudung menghadiri acara Musrenbang Kabupaten Beltim 2018 di Auditorium Zahari MZ
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Plt Kasatreskrim Polres Beltim Antonius Sinaga menjelaskan kronologi pemeriksaan Aklanudin alias Dudung, admin grup facebook Idang Kite Ngembangun Belitong, di Polres Beltim, Kamis (23/3/2017), hari ini.
Pemeriksaan Dudung berawal saat Dudung menghadiri acara Musrenbang Kabupaten Beltim 2018 di Auditorium Zahari MZ, Komplek Perkantoran Terpadu, Pemkab Beltim.
Saat yang bersamaan hadir juga Loli, yang sebelumnya juga telah membuat laporan polisi terhadap Dudung terkait pencemaran nama baik.
Informasi yang dihimpun Pos Belitung, sempat terjadi keributan saat Dudung dan Loli bertemu.
Dudung kemudian dibawa Loli ke Polres Beltim untuk menindaklanjuti laporannya dulu.
"Kurang tahu kami ributnya bagaimana, yang pasti Pak Dudung ini langsung dibawa Pak Loli ke Polres Beltim. Karena dulunya setahun yang lalu, Pak Loli juga pernah melaporkan Dudung ini soal pencemaran nama baik. Karena mungkin merasa geram, makanya dibawa ke Polres. Laporan Pak Loli itu sudah dicabut sekarang," kata Anton kepada Pos Belitung, Kamis (23/3/2017).
Anton mengatakan, Dudung kemudian diperiksa untuk kasus pencemaran nama baik dari laporan RSUD Beltim.
Sebab pada kesempatan yang sama, penyidik akhirnya bertanya apakah Dudung bersedia diperiksa.
Polres Beltim diketahui telah menerima laporan ini sebelumnya.
"Karena kami ingin sampaikan surat panggilan, alamatnya tidak jelas. Kami kesulitan. Penyidik bertanya, bersedia atau tidak diambil keterangan atas laporan RSUD Beltim, dia sendiri bersedia diperiksa," ujar Anton.
Kedua belah pihak, kata Anton, telah bertemu, dan Dudung mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf tertulis di atas materai.
Pencabutan laporan, lanjut Anton, tergantung pihak Pemerintah Daerah Beltim.
"itu RSUD Beltim lagi mau bertemu dengan Bupati Beltim dulu," katanya.
Belum selesai masalah rumah sakit, datang pula pihak BFM Radio, yakni Noval, datang ke Polres Beltim.
Noval, kata Anton, menyebut bahwa Dudung juga pernah menyebut di facebook bahwa BFM adalah media rasis dan bersifat menghasut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dudung-saat-bermediasi-dengan-pihak-rsud-beltim_20170323_210954.jpg)