Kamis, 9 April 2026

Kena Serangan Jantung Saat Sendirian, Ini Antisipasinya Agar Nyawa Tak Melayang

Setiap dua menit terdapat satu orang terkena serangan jantung mendadak. Bagaimana antisipasinya saat kita sendirian?

Editor: Alza Munzi
berbagai sumber/net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Jantung berhenti mendadak sangat menakutkan. Apalagi kalau sedang sendirian, atau tengah terjebak kemacetan jalanan seperti di Jakarta, misalnya.

Padahal serangan jantung seperti ini harus ditangani segera. Terlambat, nyawa dijamin melayang. Bagaimana mengatasinya saat sedang sendirian?

Orang yang jantungnya berhenti berdenyut, kira-kira hanya punya waktu sekitar 10 detik sebelum pingsan.

Jika gejala serangan jantung mulai terasa, kita harus segera menghentikan aktivitas dan langsung meminta tolong orang terdekat untuk menghubungi dokter.

“Ini wajib dilakukan,” kata Dr. Daniel P.L Tobing, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Harapan Kita.

Selama menunggu pertolongan atau jika kebetulan tidak ada orang lain, segera minum obat pemberian dokter atau kalau tidak ada, ya aspirin. Sebaiknya aspirin dikunyah agar efeknya cepat bekerja.

Obat ini akan membantu platelet tidak lengket sehingga mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan membuat darah tetap mengalir di pembuluh arteri. Makanya, selalu sediakan aspirin di kotak obat.

Usaha lain yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk batuk-batuk atau lebih tepatnya ngeden (seperti sedang buang air besar).

Tangan diarahkan ke jantung sambil ditekan-tekan. Tujuannya agar denyut jantung kembali berlangsung normal.

Batuk-batuk atau ngeden cukup efektif untuk memberikan pertolongan pertama saat terkena serangan jantung.

“Tapi hanya berguna saat yang bermasalah di jantung adalah iramanya. Jika yang bermasalah sistem pompanya, cara ini tidak akan berguna,” terang Dr. Daniel.

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved