Minggu, 26 April 2026

Terkuak, Ada Orang Indonesia Jadi Tentara Nazi

Waffen Schutzstaffel atau lebih sering disingkat Waffen-SS merupakan pasukan elite yang ditakuti kala zaman Perang Dunia II.

Editor: fitriadi
Intisari Online

Cerita lain tentang keberadaan orang Indonesia jadi tentara Nazi bisa dilihat di Majalah Angkasa Edisi Koleksi Waffen-SS.

Dalam sebuah foto hitam putihnya tampak seorang pria Indonesia menggunakan seragam SS, menyandang senjata di bahu kanan, lengkap dengan pangkat kemiliteran. 

Pria yang tidak diketahui namanya itu tergabung dalam 23 SS-Freiwilligen Panzergrenadier Division Nederland.

Kesatuan ini awalnya terbentuk pertengahan tahun 1941 setara Resimen, "Legion Niederlande", dipimpin mantan Jenderal Belanda, Seyffardt. Tangguh dan berpengalaman di front timur. 

Adolf Hitler pernah mengirimkan armada perang ke Indonesia (dulu Hindia Belanda).

Jejak Nazi di Indonesia itu berdasarkan dengan penemuan bangkai kapal selam Jerman legendaris, U-Boat di Laut Jawa pada 2013.

Sepertinya, Jerman ingin membantu Jepang dalam menahan serangan Sekutu, salah satunya Belanda di Indonesia.

"Dari riset yang kami lakukan ada dua bangkai U-Boat di Indonesia. Ada U-168 ditorpedo kapal selam Belanda. U-183 tenggelam ditorpedo AS. Dugaan kami, yang kemarin ditemukan adalah U-Boat U-168," kata Arkeolog dan penyelam yang menemukan bangkai U-Boat, Shinatria Adhityatama (25), seperti dilansir dari Yahoo.

Kapal selam U-Boat ditemukan di kedalaman 16 meter di dasar Laut Jawa. Lokasinya 10 jam pelayaran ke arah timur dari Pulau Karimun Jawa.

Asumsi awal yang berkembang adalah kapal U-Boat tersebut masuk ke dalam armada kapal perang Nazi Jerman.

Memang belum ditemukan nomor lambung kapal.

Namun dari artefak yang diambil jmenunjukkan ciri-ciri Nazi Jerman.

Ciri itu adalah lambang burung yang sedang mencengkeram simbol swastika khas Nazi.

U-Boat bertugas untuk menghancurkan garis suplai sekutu dari Asia Tenggara. Termasuk jalur logistik Inggris dari India.

"Mereka juga bekerjasama dengan Jepang sebagai sekutu. Jerman membantu mengamankan perairan Pasifik yang dikuasai Jepang," jelas Shinatria.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved