Selasa, 7 April 2026

Beginilah Penampakan Ridho Rhoma Setelah 2 Hari Menghuni Sel Tahanan Polisi

Ia yang mengenakan baju kaus biru tua dan kemeja tahanan berwarna senada berjalan dengan kepala menunduk.

KOMPAS IMAGES
Ridho Rhoma seusai menonton film Resident Evil: The Final Chapter di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2017) malam. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Setelah dua hari mendekam di balik jeruji karena terjerat kasus narkotika, penyanyi dangdut Ridho Rhoma akhirnya muncul ke publik.

Baca: Presiden Erdogan Rela Turun dari Mobil Demi Sang Gadis Ini, Netizen: Damainya Hati Ini

erdogan
erdogan (facebook)

Pada Senin (27/3/2017) sekitar pukul 14.45 WIB, Ridho Rhomatampak keluar dari pintu utama gedung Polres Jakarta Barat.

Ia yang mengenakan baju kaus biru tua dan kemeja tahanan berwarna senada berjalan dengan kepala menunduk.

Baca: Bentuk Hidung Ternyata Dapat Menggambarkan Kepribadian Seseorang, Kamu Termasuk yang Mana?

Macam-macam bentuk hidung
Macam-macam bentuk hidung (Bright Side)

Ada tiga penyidik yang mendampingi saat pelantun "Menunggumu" itu saat melangkahkan kakinya ke arah mobil Innova hitam yang sudah terparkir di halaman Polres Metro Jakbar.

Namun, wajah Ridho sama sekali tak terlihat karena ditutupi buff atau penutup wajah serta topi hitam.

Baca: Morgan Fredy Si Pencuri Spesialis Pecah Kaca Asal Bekasi, Babak Belur Dihajar Warga di Pangkalpinang

Saat dihampiri awak media, tak ada satu kata pun yang keluar dari bibir Ridho.

Tiga petugas kepolisian dengan sigap menggiringnya masuk ke dalam mobil tanpa memberi kesempatan awak media mengambil gambar.

Baca: Menggoda, Raffi Ahmad Dikelilingi Tiga Wanita Cantik, Netizen Malah Fokusnya ke Sini

Baca: Heboh Video Arbani Pegang Tangan Adinda, Netizen Baper, Ada yang Minta Pacar Adinda Mengerti

ROMAN PICISAN N
ROMAN PICISAN N (instagram/kolase Pos Belitung)

Ridho akan dibawa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna keperluan assessment.

Tes asessment merupakan tahap penilaian terhadap calon pasien untuk mengukur tingkat kecanduan guna menentukan perlunya rehabilitasi atau tidak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved