Ada Kisah Mistis Rumah Tua dan Kuburan di Kebakaran Ruko Sungailiat
DIBALIK insiden kebakaran ruko milik Pasutri, Popo-Ny Sulin, terkuak kisah mistis. Cerita di luar akal sehat ini digembar-gemborkan sejumlah warga
BANGKAPOS.COM--Si jago merah mengamuk. Kali ini rumah toko (Ruko) milik pasangan suami istri, Popo Leondry (60)-Ny Sulin (53), jadi sasarannya.
"Kebakaran..kebakaran..," teriak Jefri (27), pengendara motor saat melintas kawasan Pasar Jl Muhidin Sungailiat Bangka, Selasa (28/3) sekitar pukul 15.30 WIB.
Mendengar teriakan Jefri, warga sekitarnya langsung mendekat. Ternyata betul, asap mengepul dari lantai dua Ruko tak berpenghuni itu. "Ayo cepat telepon pemadam kebakaran....telepon polisi," kata warga mulai panik.
Sementara itu, baru saja Ny Sulin (53) dan suaminya, Popo Leondry (60) tiba di Bangka. Pasutri yang berdomisili di Jakarta itu pulang ke kampung halaman, bermaksud melaksanakan Sembahyang Kubur (Cengbeng).
Saat tiba di Sungailiat, Selasa (28/3) siang, keduanya langsung membuka pintu ruko yang baru saja dibangun. Ruko itu tak berpenghuni karena rencananya akan dikontrakan.
"Saya bawa-barang barang dari Jakarta masuk ke dalam ruko. Kemudian saya ganti pakaian dan pergi makan nasi padang berdua sama suami," kata Ny Sulin ditemui Bangka Pos Group di lokasi kejadian, Selasa (28/3) petang.
Usai santap siang, pasutri itu bergegas ke Tempat Pemakaman Umum (TPU Kemujan Sungailiat).
Di TPU itu, keduanya bersih-bersih kuburan sebagai persiapan Cengbeng. Namun tiba tiba, ada warga yang menelponnya, menyampaikan khabar tak sedap.
"Waktu kebakaran, saya lagi di kuburan. Ada warga yang telepon kami. Saya dan suami kaget mendengar ruko kami terbakar," kata Ny Sulin mengaku buru-buru pulang ke ruko.
Popo Leondry (60) dan Istrinya, Ny Sulin (63) memang baru saja terkena musibah.
Namun keduanya bersyukur, karena ayam yang mereka bawa dari Jakarta untuk ritual Sembahyang Khubur (Cengbeng), selamat dari maut, Selasa (28/3) petang.
"Ayem e ge lom gimasak aben (ayam untuk Cengbeng yang sudah dipotong belum dimasak)," kata Popo ditemui Bangka Pos Group, Selasa (28/3) petang di lokasi kebakaran kawasan Pasar Jl Muhidin Sungailiat.
Menurut Popo, kedatangan dia dan sang istri, Ny Sulin (53) dari Jakarta ke Sungailiat Bangka dalam rangka ritual rutin.
"Kami datang dari Jakarta untuk Sembahyang Kubur di makam leluhur, makam kakek nenek dan orangtua," katanya.
Setiap Cengbeng katanya, satu dari sekian tradisi mereka adalah menyiapkan jamuan makanan berupa ayam khusus yang dimasak dalam olahan tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sulin-korban-kebakaran_20170328_184713.jpg)