10 Cara Jitu Mengusir Ular, Nomor 3 dan 4 Paling Mudah
Tragedi orang ditelan ular bukanlah kali pertama terjadi dalam beberapa dekade terakhir di dunia. Di Indonesia, tercatat telah dua kali terjadi.
BANGKAPOS.COM - Tragedi Akbar (25), petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas diterkam ular piton atau sanca kembang atau sanca batik, mengebohkan dunia.
Sejumlah media internasional melansir beritanya dari berbagai sudut pandang (angle).
Berita setidaknya ini mengundang empati dari mayoritas kalangan pembaca mengingat korban sedang berjuang untuk keluarganya jelang tragedi tersebut.
Baca: Kawanan Ular Piton Pemangsa Akbar Bermunculan
Karmila Mila, karyawati pada Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang, Provinsi Banten melalui akunnya pada Facebook menulis, "Ya allah ksian bget.. Smga kluarga'y dbrikn ktabhan n keikhlsan.. Ammien."
Ceritanya, dia ke kebun untuk memetik kelapa sawit, lalu dijual demi membiayai perjalanannya dari Mamuju Tengah ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Di Luwu, Akbar rencananya akan menjemput istrinya bernama Muna dan anaknya.
Baca: 4 Kisah Kemunculan Ular Piton Besar Menyerang Warga Sulawesi
Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi mengatakan, sekitar sebulan sebelum kejadian ini, Akbar mengantar Muna ke kampung halaman di Luwu untuk melahirkan anak kedua mereka.
"Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo (Luwu) kembali jemput istrinya, kasihan," tutur Junaedi.
Ayah almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa.
"Orangtuanya juga baru sampai tadi pagi (Selasa kemarin), karena dia ada di Tinambung, Polewali Mandar," kata Junaedi.
Polewali Mandar merupakan kabupaten di Sulawesi Barat.
Baca: Foto-foto Pasangan Mahasiswa Berhubungan Intim Viral di Media Sosial
Akbar merupakan anak yatim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/piton_20170403_092432.jpg)