Kawanan Ular Piton Pemangsa Akbar Bermunculan
Baru dua ular piton yang dibunuh warga, termasuk yang menelan Akbar. Jadi masih ada lima ekor.
Dia tahu Salubiro, khususnya, merupakan sarang piton.
Ramli meminta pemerintah turun tangan atas kejadian yang menimpa putra sulungnya itu.
"Kami berharap, ada upaya dari pemerintah atas kejadian ini," katanya kepada Tribunsulbar.com di kediaman duka, Salubiro, kemarin.
"Kalau memang tidak ada bantuan secara materi, setidaknya Pemerintah Daerah ada upaya mengimbau warga membersihkan kebunnya," ujar Ramli.
Baca: Calon Suami Bella Kembali Tepergok Rangkul Wanita Seksi
Menurutnya, membiarkan kebun sawit semrawut sama saja memelihara ular buas.
"Apalagi kita tahu, memang dari dulu di sini banyak ular piton," ujarnya.
Ramli juga sudah tahu, jika pemberintaan tribun-timur.com tentang anaknya, juga menjadi perhatian media asing.
Tetapi, dia menyayangkan pemerintah setempat, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, seolah tak tahu.
"Pemerintah di sini kayak jalan sendiri-sendiri, buktinya ini kejadian sudah diberitakan di mana-mana, tapi belum satu pun yang datang melihat lokasi kejadian ini," katanya.
Baca: Misteri Eyang Subur, Usahanya Hanya dari Menjahit tapi Hartanya Miliaran
Senada Ramli, tetangganya bernama Abidin, juga menilai pemerintah cuek.
"Jangankan datang di sini, ungkapan belasungkawa pun tidak ada," kata petani sawit tersebut.
Gagal Dijual
Bangkai ular piton raksasa yang memangsa dan menelan seorang petani sawit bernama Akbar Ramli (25) akhirnya dikubur, Kamis (30/3/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/piton_20170403_092432.jpg)