Sejak KIP Masuk ke Laut Belinyu Jumlah Nelayan Terus Bertambah
Jumlah nelayan di Belinyu terus meningkat semenjak masuknya KIP di Laut Belinyu.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak tahun 2015 jumlah nelayan di Belinyu Kabupaten Bangka terus bertambah.
Peningkatan jumlah nelayan tersebut, hampir berbarengan dengan masuk dan beroperasinya penambangan laut menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) di laut Belinyu, meskipun sebelum tahun 2015 KIP sudah masuk di laut Belinyu.
Nelayan Belinyu sebut saja namanya Herpi mengungkapkan, nelayan asli di Belinyu jumlahnya diperkirakan kurang dari 350.
"Jumlah perahu nelayan di Belinyu kira-kira 200-300 an lah," kata Herpi kepada bangkapos.com Minggu (9/4/2017).
Ia juga mengungkapkan, meningkatkan jumlah nelayan Belinyu, terus berlangsung setiap tahun.
Peningkatan itu di rasakan mulai tahun 2015-2016, jumlahnya sudah mencapai 748 nelayan.
"Saya nggak tahu kalau ada penyebab lain, setahuku peningkatan jumlah nelayan juga ada hubungannya dengan masuknya KIP di Laut Belinyu, orang yang bukan sebagai nelayan, ngaku sebagai nelayan dan terdaftar sebagai nelayan juga, padahal orang ini tidak punya alat tangkap, tidak punya perahu dan tidak perrnah melaut. "Tujuannya adalah agar bisa ikut terima sumbangan pihak ketiga (KIP) tadi," jelasnya.
Nelayan lainnya Harto mengatakan, jumlah nelayan Belinyu bisa meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah perahu, hal itu terjadi karena ada hubungannya dengan kapal isap.
"Ya bagaimana nggak ada hubungannya dengan kapal isap, kan nelayan ada terima sumbangan pihak ketiga dari kapal isap juga, makanya yang bukan nelayan saja, sekarang statusnya jadi nelayan, padahal tidak punya perahu dan alat tangkap, kadang malah nelayan asli yang nggak terima kompensasi dari kapal isap, yang bagi-bagi kompensasi ada pengurus tersendiri," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Belinyu, mencacat jumlah nelayan di Belinyu saat ini ada 700 lebih.
Data dari HNSI Kecamatan Belinyu itu, juga tak berbeda jauh dari keterangan yang sama yang disampaikan oleh Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Bangka, yang menyebutkan bahwa jumlah nelayan di Belinyu sekarang ada 700 lebih.
Ketua HNSI Kecamatan Belinyu Rifani Helmi mengungkapkan, jumlah nelayan di Kecamatan Belinyu dari Kelurahan Kuto Panji dan Air Jukung ada 625 orang, dari Kelurahan Bukit Ketok ada 123.
"Jumlah itu yang terdaftar di DKP tahun 2015, kalau di 2017 ini, saya nggak tahu lagi berapa jumlahnya, mungkin lebih banyak lagi, tapi jumlah 700 an nelayan di Kecamatan Belinyu itu, yang nelayan asli hanya sekitar 100-200 nelayan saja, selebihnya nelayan bunglon," jelas Rifani.
Dikatakan Rifani, saat ini nelayan bunglon di Belinyu, jumlahnya lebih besar, daripada jumlah nelayan asli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/perahu-nelayan-pesaren_20170214_161410.jpg)