Dua Atlet Taekwondo Basel Sabet Medali Perak dan Perunggu di Ajang Nasional
Koni Bangka Selatan menurunkan lima atletnya yang mengikuti kelas yang berbeda beda dan hanya dua kelas ini berhasil meraih mendali.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Dua Atlet Taekwondo alas Bangka Selatan berhasil menyabet dua mendali perak dan perunggu mereka ialah Ibkar (18) dan Rio Ananta Lopes (13), pada kelas yang berbeda di Kejuaran Bandung Pandawa 2 Open Tornament Taekwondo se Indonesia di UPI Bandung, dari 7-9 April 2017 lalu.
Dimana pada ajang tahunan ini diikuti oleh para atlet taekwondo seluruh Indonesia dengan jumlah peserta 1.420 orang berasal dari berbagai daerah.
Ibkar pada kejuaran tersebut berhasil merebut mendali perak pada kelas senior Under 63 jalur prestasi, sedangkan Rio Ananta Lopes berhasil menyabet mendali perunggu pada kelas Cadet Putra Under 33.
Rasa bangga serta haru bercampur di benak kedua peraih mendali ini, mereka merasakan bahwa dengan kerja keras inilah berprestasi bisa tercapai untuk membanggakan kedua orang tua dan daerah Kabupaten Bangka Selatan.
Dalam ajak bergengsi itu Koni Bangka Selatan menurunkan lima atletnya yang mengikuti kelas yang berbeda beda dan hanya dua kelas ini berhasil meraih mendali.
"Saya baru empat bulan ini ikut taekwondo, rasanya tegang, karena saya baru pertama kali turun turnamen,"jelas Rio siswa kelas enam SD, 21 Toboali ini kepada bangkapos, Selasa (11/4)
Anak pertama dari pasangan Arianto dan Ibu Ekawati ini sejak kecil sudah memiliki cita cita untuk menjadi atlet taekwondo, kegemaranya melihat aksi bela diri Jackie Chan di film membuatnya terbawa untuk bersemangat berlajar taekwondo.
"Dengan prestasi ini, menjadi kebanggaan buat saya, tetapi kami perlu latihan lagi, untuk mendapatkan mendali lebih dari ini, dengan terus latihan fisik, teknik dan lainya,"jelas Rio yang memiliki tinggi badan 139 Cm ini
Berbeda dengan Rio, atlet perai mendali lainya yaitu Ibkar (18) anak ke tiga dari pasangan Ibrahim dan Zuryatina ini meyebutkan bahwa mendali yang ia dapat merupakan mendali keduanya dalam ajang taekwondo tingkat nasional, pada tahun 2015 lalu ia mendapatkan emas pad Kejurnas Taekondow di Jogyakarta.
"Sejak kelas lima SD saya sudah mulai berlatih taekwondo, melihat kakak saya yang suka latihan, dari situ saya merasa tertarik, melihat geraknya,"jelas pria yang memiliki tinggi badan 170 cm ini
Ibkar yang memiliki cita cita sebagai anggota TNI ini, dalam memenangkan pertandingan ia merasa salah satu kesulitanya, yakni menahan amarahnya, karena kunci dari kemenangan menurutnya bisa menahan emosi terhadap lawan.
"Kesulitan waktu itu, pertama karena lawanya tinggi, tendangan dan pukulanya keras, awalnya saya juga sempat gugup dan gemetar, namun saya tidak gentar menghadapinya, alhamdulilah dengan kerja keras saya dapat mendalinya,"ucap siswa SMAN 1 Toboali ini
Terpisah, Ketua Koni Bangka Selatan Edy Junaidi merasa bangga atas prestasi yang di raih oleh atlet taekwondo asal Bangka Selatan, menurutnya sudah saatnya olahraga di Kabupaten Bangka Selatan melakukan perubahan untuk mencapai kejayaan dalam mencapai prestasi olahraga.
"Sebelumnya saya berterima kasih atas dukungan dari pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Bangka Selatan yang telah mendukung atlet kita, yang sudah berhasil meraih mendali, mengharumkan nama Bangka Selatan, dan Bangka Belitung,"jelasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/atlet-taekwondo-basel_20170411_171336.jpg)