Satu Keluarga Sempat Lakukan Ini Sepekan Sebelum Digorok
Foto terakhir ini merupakan kenangan bagi Kinara (4) bocah yang ditinggalkan masih hidup dalam tragedi berdarah itu.
BANGKAPOS.COM, MEDAN - Pembunuhan satu keluarga di Jl Rumah Potong Hewan/Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumut, menyita perhatian publik.
Pasalnya pembuhuhan itu terbilang keji hingga menghabisi nyawa lima orang sekaligus.
Baca: 7 Keanehan Dalam Pembantaian Satu Keluarga di Medan
Foto terakhir ini merupakan kenangan bagi Kinara (4) bocah yang ditinggalkan masih hidup dalam tragedi berdarah itu.
Baca: Balita Selamat, Ayah-Ibu dan Kakaknya Dibantai
Dalam foto ini saat terakhir korban Riyanto (40) bersama istrinya Sri Ariyani (35) dan putri bungsunya Kinaya (4) menghadiri hajatan pesta pernikahan kerabatnya 4 April 2017.
Atau sekitar sepekan sebelum kejadian berdarah tersebut terjadi.
Hingga kini siapa pelaku pembunuhan ini masih menjadi misteri.
Pihak kepolisian masih berusaha mengungkap dalang dibalik peristiwa tersebut.
Baca: Punggung Tertusuk, Balita Ini Malah Sapa Penodong dengan Sebutan Om
Pelaku pembunuhan disebut-sebut merupakan orang dekat para korban.
Kinaya merupakan saksi kunci yang masih hidup dan bisa mengungkap tabir misteri pembunuhan ini.
Baca: Tertusuk Pisau Penyandera, Driver Ojek Online Butuh Dana buat Operasi Tangannya
Syaratnya balita itu mengingat wajah para pelaku dan dalam keadaan sadar saat peristiwa pembantaian berlangsung.
Adapun Kinara sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medica, karena mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan mata sebelah kiri.
Diduga dianiaya oleh pelaku pembunuhan, dia kemudian selamat setelah ditinggalkan dan ditemukan dalam keadaan hidup.
Baca: Makam Bintang Sinetron Tukang Ojek Pengkolan Penuh Bunga
Pemakaman Riyanto (40) bersama istrinya Sri Ariyani (35) serta dua anaknya Naya (13) dan Gilang (8) serta Sumarni (60) yang merupakan mertuanya, satu keluarga yang dibunuh di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli diwarnai isak tangis.
Beberapa pelayat yang datang ke rumah duka tak mampu menahan kesedihan saat Kabag Keagamaan Pemko Medan, Ilyas membacakan doa.
"Ya Allah, sempitkanlah langkah para pelaku itu. Semoga, mereka semua bisa ditangkap secepat mungkin," ungkap Ilyas dalam doanya, Senin (10/4/2017).
Baca: Hakim Tunda Sidang Ahok Satu Hari Setelah Pilkada DKI
Warga yang didominasi kaum ibu itu lantas serempak mengucapkan Amin. Tak hanya itu, warga berharap, agar para pelaku ditembak saja.
Selama proses pensalatan jenazah, beberapa warga yang tidak ikut salat jenazah berdiri di sepanjang jalan menuju ke rumah duka.
Beberapa warga bahkan menutup jalan, agar proses pensalatan bisa berjalan lancar.
Baca: Setya Novanto Dicegah Keluar Negeri Selama 6 Bulan
Selepas pensalatan jenazah, beberapa warga langsung mengangkat jenazah masing-masing korban ke atas ambulance.
Di lokasi pemakaman di Jl Kawat VII, Tanjung Mulia, warga masih tampak berdesakan mendekati liang lahat para korban.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi mengatakan, pihaknya berupaya keras mengungkap kasus ini secepat mungkin. Kata Yemi, sudah ada tim yang dibentuk untuk mengejar para pelaku.
"Ada tiga tim yang dibentuk untuk mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap," katanya, Senin (10/4/2017).
Baca: Novel Baswedan Disiram Air Keras Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
Dari informasi diperoleh Tribun, polisi telah mengantongi identitas tersangka. Namun, ketika hal ini ditanyakan kepada Yemi, perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini hanya tersenyum.
"Kami belum bisa memberikan informasi terlalu jauh. Kami khawatir, pelaku semakin menjauh," katanya.
Soal desas-desus pelaku kabur ke kawasan Deliserdang, Yemi juga belum mau terbuka. Saat ini, katanya, pihaknya fokus memeriksa masing-masing saksi.
"Kalau rekaman CCTV, di wilayah ini belum ada kami temukan. Namun, untuk korban selamat, kondisinya sudah mulai membaik," kata Yemi. (tribun-medan.com)
Baca: Mengharukan, Al Cium Ibunda Renita Sukardi Terakhir Kalinya di Liang Lahat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/keluarga-korban_20170411_110157.jpg)