Kisah Mahasiswi yang Dipaksa Melepas Jilbab Saat di Bandara, 'Kamu Tidak Aman'
Mungkin kalian masih ingat perlakukan diskriminatif yang diterima oleh Lindsay Lohan saat di Bandara Heathrow beberapa waktu yang lalu.
Tapi karena Aghnia tidak mengerti bahasa Italia, ia meminta izin menghubungi temannya untuk menerjemahkannya.
Tapi petugas itu menolak dan menyeret dirinya ke luar.
Bahkan petugas keamanan laki-laki mengambil tasnya tanpa izin dan petugas yang wanita berteriak agar Aghnia tidak menyentuhnya.
“Anda tidak bisa menyentuh saya. Anda tidak aman. Anda bisa saja menyembunyikan sesuatu di rambut Anda," ucap petugas keamanan wanita.
"Jika Anda tidak melepasnya, kita tidak tahu apakah ada sesuatu di dalamnya. Anda tidak aman bagi kita,” tambahnya.
Melihat cara mereka memperlakukan dirinya, Aghnia memutuskan tidak jadi terbang.
Ia baru memesan tiket ke London malam harinya dari Bandar Udara Internasional Fiumicino.
Di bandara ini pun petugas keamanan bersikeras untuk melepas jilbabnya.
Tapi kali ini ia setuju untuk membuktikan ia tidak perlu menyembunyikan apa pun dan bukan teroris.
Dan di sinilah persoalannya.
Aghnia melihat dua biarawati yang mengenakan penutup kepala lewat begitu saja tanpa diminta melepaskannya.
Aghnia pun langsung bertanya, “Apakah ini yang Anda sebut perlakuan yang adil dan hormat? Di mana hak asasi manusia saya?”
Di akhir curhatan Aghnia di Facebook, ia mengungkapkan ia mencinta perjalanannya di Roma.
“Aku tinggal di sana selama lima hari dan menemukan bahwa orang-orang di sana sangat ramah.”
“Saya hanya tidak setuju dengan cara petugas keamanan bandara yang memperlakukan saya, seorang perempuan Muslim yang mengenakan jilbab.”
“Tolong menghormati perempuan muslim. Kami bukanlah teroris!”, tutur Aghnia.
Bagaimana menurut kalian?
Lihat videonya berikut ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/aghnia-adzkia_20170412_062836.jpg)