Cinta Abadi, Mak Roni Sudah 15 Tahun Serumah dengan Makam Suami
Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu ini rupanya menaruh sebuah kisah cinta abadi Mak Roni dan mendiang suaminya.
Satu kamar tidur Mak Roni.
Satunya lagi digunakan sebagai dapur.
Tapi ada yang berbeda di satu dari tiga ruangan di rumah Mak Roni.
Ruangan itu hanya ada bale ukuran kecil dan sejumlah ember.
Tak ada kasur, bahkan jendela.
Rupanya bale itu sebagai penutup makam Ki Eno, suami dari Mak Roni.
Kotak yang terbuat dari kayu itu digunakan sebagai penutup makam.
"Alim, alim ninggalkeun caroge (tidak mau ninggalin suami)," kata Mak Roni.
Ki Eno sendiri merupakan lelaki asal Cirebon.
Tak banyak informasi yang bisa didapat dari Mak Roni.
Nenek penjual selai pisang ini tak menguasai bahasa Indonesia.
Mak Roni memang sengaja menyemayamkan suaminya di dalam rumah.
Belum jelas apa alasan Mak Roni melakukan itu.
Bukan tak pernah diimbau, Ketua RW 7, Tata, mengaku sudah beberapa kali membujuk Mak Roni untuk pindah ke rumah yang kondisinya lebih layak.
"Sebetulnya kami sudah berupaya memindahkan Mak Roni ke tempat lain ke suatu tempat, tapi Mak Roni sendiri menolak karena mungkin dia tetep saking setianya atau entah kenapa dia ngerasa di dalam itu ada makam suaminya yang memang tak mau ia tinggalkan," jelas Tata.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Roni memproduksi selai pisang.
Selain itu dijual Rp 12 ribu per kilonya.
(Tribun Bogor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mak-roni_20170418_140214.jpg)