Ini Alasan Anak Pendiri Bank Danamon Tuntut Rp 1 Triliun di Pengadilan

PT Bank Danamon Indonesia Tbk digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas pembayaran saham pendiri Bank Kopra Indonesia.

Ini Alasan Anak Pendiri Bank Danamon Tuntut Rp 1 Triliun di Pengadilan
BANGKAPOS.COM /AJIE GUSTI
Ilustrasi. Suasana kantor Bank Danamon di Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang yang disatroni pencuri, Senin (22/2/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -  PT Bank Danamon Indonesia Tbk digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas pembayaran saham pendiri Bank Kopra Indonesia.

Bank Kopra Indonesia adalah cikal bakal lahirnya Bank Danamon di tahun 1976.

Adalah Taty Djuairiah dan Irene Ratnawati Rusli yang mengajukan gugatan tersebut.

Keduanya adalah anak pendiri Bank Kopra Daud Badaruddin dan Roesli Halil yang telah meninggal dunia.

Taty dan Irene kompak mengatakan bahwa orangtuanya adalah pemegang saham seri A Bank Kopra masing-masing 104 saham milik Daud dan 253 saham milik Roesli.

Mereka kini menuntut pembayaran atas saham Bank Kopra yang sudah sulih nama menjadi Bank Danamon itu.

Merujuk rekam jejakknya, jauh sebelum menjadi Bank Danamon, Bank Kopra Indonesia berdiri sejak 1956.

Dua tahun berselang, Bank Kopra berganti menjadi PT Bank Persatuan Nasional atau PT Union National Bank Limited pada tahun 1958.

Kemudian, berubah nama lagi menjadi PT Bank DanamonIndonesia Tbk pada tahun 1976.

Kedua ahli waris ini mengaku berhak atas saham-saham bank yang  memiliki kode saham BDMN di Bursa Efek Indonesia.

Halaman
123
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved