Rabu, 8 April 2026

Kisah Mang Isa Menaklukan Buaya Pemakan Manusia

Buaya ini buangan dari daerah lain, bukan buaya Sungai Perimping. Saat ditangkap, semua giginya juga sudah habis

Editor: Hendra
bangkapos.com/Riyadi
Seeokor buaya ditangkap Azwar warga Dusun Buhir Desa Berbura bersama Isa (pawang buaya) dan Jambi warga Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Dusun Sinar Gunung Desa Riau Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pawang buaya dari Desa Pangkalniur, Isa mengisahkan, butuh waktu tiga jam untuk bisa menangkap buaya itu.

Mulai dari memasang pancing sampai bisa menangkap buaya ini, butuh waktu selama tiga hari.

"Hari ini (Rabu 3/5/2017) hari ketiga, yang nangkap cuma kami bertiga, buaya ini kami tangkap karena banyak warga resah, nelayan resah sering diganggu buaya itu," kisah Isa (56) kepada bangkapos.com di Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip , Rabu (3/5/2017) petang.

Setelah memakan umpan pancing, buaya itu langsung ditarik ke darat dan tidak melawan atau berontak.

Meskipun tidak berontak, tiga penangkap buaya ini, tetap waspada.

Agar bisa diikat, ada yang menduduki kepala dan menutup mata buaya, lalu mengikat moncongnya.

Empat kakinya, masing-masing diikat menyatu dengan badannya.

Seeokor buaya ditangkap Azwar warga Dusun Buhir Desa Berbura bersama Isa (pawang buaya) dan Jambi warga Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Dusun Sinar Gunung Desa Riau Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017). Hingga Rabu petang kemarin, buaya 300 kilogram dan panjang 3-4 meter ini, masih ada di pekarangan rumah warga di Dusun Buhir dan jadi tontonan warga.
Seeokor buaya ditangkap Azwar warga Dusun Buhir Desa Berbura bersama Isa (pawang buaya) dan Jambi warga Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Dusun Sinar Gunung Desa Riau Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017). Hingga Rabu petang kemarin, buaya 300 kilogram dan panjang 3-4 meter ini, masih ada di pekarangan rumah warga di Dusun Buhir dan jadi tontonan warga. (bangkapos.com/riyadi)

"Alhamdulillah pas kami naikkan ke darat, buaya ini sudah lemas, karena banyak bergerak saat makan umpan dan kita tarik ke darat, kami butuh waktu tiga jam untuk membuat buaya ini tidak bergerak lagi atau tidak membahayakan lagi, kami tidak sampai bergulat dengan buaya pas mau menangkap hingga mengikatnya," ujar Isa.

Buaya itu ditangkap di Air Ngelandut Dusun Sinar Gunug Desa Riau (bukan Dusun Bernai Desa Berbura) Kecamatan Riausilip.

Buaya itu, ditangkap Isa dan Jambi, warga Desa Pangkalniur dan Azwar, warga Dusun Buhir.

Ompong
Pawang buaya dari Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip, Isa menyebutkan, buaya yang ditangkap adalah buaya buangan dari daerah lain, bukan buaya Sungai Perimping.

Saat ditangkap, semua giginya juga sudah habis.

Seekor buaya ditangkap warga Dusun Buhir Desa Berbura dan Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Desa Bernai Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017).
Seekor buaya ditangkap warga Dusun Buhir Desa Berbura dan Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Desa Bernai Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017). (IST/Remi Anggota Satpol PP Pemkab Bangka)

"Kalau gigi sudah habis begitu, artinya buaya ini sudah sering melukai orang, setiap melukai orang, maka akan tanggal satu giginya itu cirinya, ya buaya ini sudah sering melukai orang, karena semua giginya sudah habis, kalau belum pernah menyakiti orang giginya pasti masih utuh," jelas Isa kepada bangkapos.com, Rabu (3/5/201) di Dusun Buhir Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Mengenai ukuran buaya, Isa menyebutkan, panjangnya sekitar 3-4 meter dan beratnya sekitar 300 kilogram.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved