Rabu, 29 April 2026

Nelayan Sungailiat Keluhkan Pendangkalan Alur Muara Sungai Jelitik

Sejak kegiatan pengerukan alur sungai Jelitik bermasalah dengan hukum sehingga aktifitas pengerukan pun terhenti

Editor: edwardi
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Beginilah kondisi alur muara sungai Jelitik, Sungailiat, Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak kegiatan pengerukan alur sungai Jelitik, Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka naik dalam perkara  hukum berdampak terhadap kegiatan pengerukan alur muara sungai setempat jadi terhenti.

Bahkan sejumlah masyarakat nelayan di wilayah Kota Sungailiat, Bangka kini mulai mengeluhkan kondisi alur muara sungai Jelitik, Sungailiat saat ini dirasakan mulai berpotensi dangkal kembali.

Kondisi tersebut disampaikan l7angsung oleh mantan ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka periode 2010-2015, Ratno Daeng Mapiwali kepada bangkapos.com, Kamis (11/5/2017) di Sungailiat.

"Sejak kegiatan pengerukan alur sungai Jelitik bermasalah dengan hukum sehingga aktifitas pengerukan pun terhenti," terangnya.

Terlebih kondisi cuaca saat ini dinilainya kurang baik sehinggga berpotensi terjadinya proses pendangkalan kembali alur sungai setempat bahkan kondisi itu pun jelas akan menyulitkan para nelayan yang hendak melaut.

Menurut Ratno, masyarakat yang menggunakan alur sungai Jelitik sesungguhnya tak cuma nelayan, sebaliknya masyarakat atau pihak-pihak lain pun ada yang bergantung dengan alur sungai setempat.

"Para pengguna lainnya yang bergantung pada alur sungai setempat diantaranya masyarakat petambang termasuk para mitra-mitra PT Timah," kata Ratno yang kini menjabat pula sebagai sekretaris ASTRADA Kabupaten Bangka.

Ia menambahkan, kondisi total jumlah nelayan di wilayah Sungailiat, Bangka khususnya nelayan pengguna alur muara sungai Jelitik, Sungailiat yakni mencapai sekitar 3000 nelayan, tambang rakyat jumlahnya sektar 300 unit, mitra-mitra dari PT Timah.

"Nah jika kegiatan pengerukan alur muara sungai Jelitik itu tergangu maka akan berdampak aktifitas nelayan apalagi sebentar lagi me jelang puasa dan lebaran dan lagi masyarakat nelayan tergantung muara," jelasnya.

Selain itu dampak lainnya jika kondisi alur sungai Jeitik Sungailiat menjadi dangkal kembali lantaran kegiatan pengerukan alur jelas dampak lainnya pun akan berpengaruh terhadap pasokan dan konsumsi ikan untuk masyarakat.

"Kondisi cuaca saat ini berpengaruh terhadap sendimentasi yang begitu kuat sehingga akan menimbulkan muara sungai itu akan tertutup apalagi kondisi saat ini," katanya.

Selain itu dikhawatirkanya dampak lainnya jika kondisi alur muara sungai Jelitik kembali dangkal lantaran kegiatan pengerukan oleh pihak PT Pulomas Sentosa terhenti hanya karena persoalan hukum maka sangat disayangkan penetapan kawasan Minopolitan yang dicanangkan oleh pihak Kementrian pusat justru terancam gagal atau rencana pembangunan insprastrukur di kawasan Jelitik Sungailiat juga akan terancam sia-sia.

"Adanya mgiatan pengerukan alur muara Sungailiat menurut Ratno justru sangat disambut baik oleh masyarakat nelayan lantaran nelayan merasa terbantu," tegasnya.

Menurutnya lagi, d sekitar lokasi alur muara sungai setempat terdapat kegiatan penambangan pasir timah yang menggunakan sarana kapal isap dan kapal keruk nota bene merupakan mitra PT Timah, dan kegiatan penambangan di sekitar kawaaan tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved