Minggu, 26 April 2026

Termakan Isu Tantangan Duel, Remaja Gelap Mata Celurit Kepala Desa Hingga Tewas

Kepala Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan ini tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan dibacok sekelompok orang.

Editor: fitriadi
SURYA.co.id/M Zainuddin
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKALAN - Nasib tragis dialami H Dofir (43). Kepala Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, ini tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan dibacok sekelompok orang, Kamis (11/5/2017). 

Sekujur tubuh Pak Haji yang biasa dipanggil Abah ini mengalami luka parah. Bahkan ususnya sampai keluar dan terburai.

Motif kasus pembunuhan H Dofir ternyata bukan hanya dilatar belakangi pemilihan kades (Pilkades).

Keluarga pelaku ternyata termakan isu tantangan duel yang dihembuskan pihak tak bertanggung jawab di sekitar Pasar Blega.

Hal itu terungkap ketika Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha mengumpulkan para kades beserta perangkat se-Kecamatan Blega, camat, dan pihak koramil di Masjid Assholihin, Desa/Kecamatan Blega, Jumat (12/5/2017).

Menurut Anis, pihaknya sudah menemui keluarga korban untuk mendinginkan suasana.

Dia juga minta agar tidak ada tindakan balas dendam.

"Semua sudah sepakat penanganan perkara ini dipasrahkan ke pihak kepolisian, sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.

Anis menjelaskan, orang tua pelaku sudah empat kali mencalonkan diri sebagai Kades Karang Gayam namun gagal.

Dari situlah lantas ada orang yang menghembuskan isu, bahwa korban (Dofir) yang baru menjabat kades, menantang duel orang tua pelaku.

Tak ayal isu alias selentingan tersebut makin menambah panas suasana.

"Akhirnya, anak-anak itu tersinggung dan menempuh tindakan sendiri. Padahal itu tidak benar. Karena tantangan duel itu hanya untuk memancing emosi pihak pelaku," jelasnya.

Hasil penelusuran pihak kepolisian, korban Kades Dofir tidak pernah berhubungan dengan kekerasan ataupun mempunyai catatan kriminal.

Hal itu yang mementahkan isu, bahwa korban menantang duel orang tua pelaku.

"Korban orangnya lurus-lurus saja dan tidak pernah ada catatan hukum. Tidak mungkin korban menantang duel," imbuh Anis.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved